Titik Kritis

“Ini nasi Padang terenak yang pernah aku coba!” Seru Niana. Di depannya tersaji nasi dengan ayam rendang, daging rendang dan sayur nangka. Tidak puas dengan menu dua daging, Niana menambahkan satu perkedel kentang. “Tamak,” seloroh Dirga. Niana tidak merespon, acuh tak acuh. Empat belas dolar dan lima puluh sen untuk satu porsi. Cukup mengobati kerinduan…

(Sudah) Lima Bulan di Mareeba

“I’m pretty sure someone will get fired today” “I will withdrawn my gift for you because you keep making mistakes” “Can you do faster, Ray?” Itu adalah ancaman sehari – hari dari sang Supervisor saat melihat cara kerjaku di minggu pertama berkerja di banana shed. Aku ingat setiap kata pengantar di email saat aku sibuk…

Scams di Australia

Menjadi WHV tidak melulu banyak senangnya. Kalau kamu berpikiran seperti itu, silakan pikir – pikir lagi untuk apply visa WHV di tahun ini atau tahun berikutnya. Seperti contoh sederhananya adalah scam. Scam ini mengincar backpacker yang sedang menetap di Australia sementara waktu. Karena kita sebagai pendatang, ada beberapa backpacker yang mudah merasa ketakutan saat mendapatkan scam seperti ini. Maka di posting ini, aku memberikan informasi yang aku…

462 Holder Story: Sunriset in Mareeba

Sunset at Walsh Street, Mareeba Akan selalu ada dua jawaban yang berbeda mengenai kota ini, tidak betah untuk berlama – lama atau kota yang bagus untuk menabung.   Aku selalu ingat bagaimana aku sampai di kota ini dan bagaimana caraku akhirnya mendapatkan pekerjaan. Nekat. Sunrise behind my working hostel, Mareeba Di Februari, aku menetap di…

Antara Mareeba dan Tanzania

“Berangkat kapan?” Tanyaku, karena aku sudah tahu keberangkatanmu dari sosial media yang gemar kamu pamerkan. “ 8 Februari, kamu?” “7 Februari, lebih awal sehari, tapi dari Bali,” jawabku. “Kamu ke mana sih emangnya?” Desaknya, oh ya, kamu belum tahu aku mau ke negara mana bulan depan. “Australia, ujung ke ujung ya sama Afrika.” “Iya, haha..”…

NuArt Sculpture Park – Bandung :Magisnya Mengingatkan Hal Tentang Indonesia

Sengguknya semakin sering terdengar. Lama – lama aku juga tidak malu menunjukkan senggukku juga. Sumbernya berada di bangku belakangku, mungkin di sebelah kanan belakang. Kalau perempuan itu tidak gengsi menunjukkan harunya di teater ini, mengapa aku harus? *** Kunjungan kedua di tempat ini. Kali ini, hampir semuanya merupakan teman baru. Yaitu tamu – tamu dari…

Ini Bukan Tentang Bandung Lagi, Yuk ke Pasar Modern di Tangerang

Aku ingat sekali saat aku terlalu banyak mengulas tempat di Bandung tapi sampai tak acuh dengan daerahku sendiri. Titik balikku saat aku mengulas Pasar Cihapit (cek di Instagram ya, pakai follow lebih sempurna lagi, hehe.. Please, aku kaum pansos!).   Kunjunganku ke pasar ini sebenarnya juga baru di tahun 2016. Awal – awal pasar ini…

Day Seterusnya: Perihal Menunda Menulis dan Terlalu Banyak Alasan

#PerksofBeingUnemployed Senja di Rooftop Chezbon Hostel Kalau satu hari udah skip, pasti hari berikutnya ada kemalasan yang hakiki untuk menulis lagi. Jadi, aku mohon maaf sekali, progress berjalan, tapi aku sendiri yang banyak menunda. Anyway, walau pekerjaanku di postingan lalu baru menginjak hari kedua, tapi di tanggal 15 – 17 Desember aku sudah mengambil libur. Karena, saat…

Day 1: I Said Yes! I Mean, Why Not??

#PerksofBeingUnemployed Episode 1   No, I wasn’t being proposed by someone. Yes, proposed by someone, for work basis. LOL.   Kamis di 7 Desember 2017, agendaku sudah tercatat lebih dari beberapa bulan lalu. Belajar. Kata itu lagi.   Aku pun heran betapa susahnya aku belajar untuk menyelesaikan gelar Teknikku tahun ini – tapi begitu menggebu –…