Melepas Kepingan Jigsaw Rutinitas ( part 1 )

This slideshow requires JavaScript.

 Ini cerita microvacation saya dari tanggal 21- 23 April,Tangerang – Wonosobo – Magelang – Wonosobo- Tangerang

22 02 2011 , when everybody slept in this cold air,in Wonosobo ( 19 : 15 )

Melepas kepingan Jigsaw Rutinitas

Short vacation, that plan was truly so suddenly.

Gue bener2 nggak merencanakan liburan singkat ini. Walau emang gue akui gue sangat mnembutuhkannya karena terakhir gue liburan itu Januari 2010,wew..lama banget yah. Term ‘ Liburan’ means simple for me, gue nggak perlu jauh – jauh ke Bali, Singapore, Thailand, keliling dunia untuk mendapatkan makna liburan itu. Buat gue, liburan adalah ke tempat yang berudara dingin di padukan dengan keramahan masyarakat disana yang menghangatkan, cukup. Nggak muluk – muluk.

Gue punya puzzle atau jigsaw, namanya rutinitas, yang udah tersusun rapi selama siklus rutinitas gue di Tangerang – Jakarta – Depok, rapih, kira2 gambaran jigsaw itu adalah kerja, tidur,bergadang, work out, belajar, stress kerja, belanja, ngegalau ( whoops ), ngegosip,etc. Dan pada saat theme-nya adalah liburan, kini saatnya gue mulai melepas kepingan jigsaw kita,yuk

  1. Perlahan melepaskan kepingan jigsaw satu per satu

Kamis sore berangkat, izin pulang cepat dan menuju terminal Poris Plawad. Untuk bus jam 17. Perjalanan pun dimulai, dan sampai jam 21 lebih, gue belum merasakan hawa liburan itu, karena gue masih di area 021, masih mengalami macetnya di area itu ( Jakarta, Cikarang,etc ). Dan gue milih tidur aja. Jam 1-an gue terbangun, gue mulai merasa sudah saatnya ngelepas jigsaw rutinitas gue. Kerjaan kantor, placement test Senin besok, stress jerawat,dll,harus gue lepas dan lupain. Semakin jauh bus melaju, semakin berganti area telfon 021 – 022 – 0265- …etc, semakin gue menikmati perjalanan tengah malam tersebut.

Jam 4 subuh, dan bus pun belum keluar dari Jawa Barat, harusnya sudah. Bus memutar arah menggunakan rute PanSel,bukan Pantura,karena di Prupuk terjadi longsor,jadi kita lewat Bandung dan emang lebih muter – muter sih, harusnya jam 6 pagi,maksimal,kita udah sampe Wonosobo, tapi jam  4 pun masih di Ciamis,sigh..

Then, at 3 a.m,someone texted me, someone whom I didn’t expext, gue berharap dia nggak hadir, ‘mengganggu’ liburan gue, tapi dia datang. Dan,terima kasih Tuhan, ngga ada yang bisa mengganggu niat luhur gue untuk liburan dan kepingan itu semua sudah luntur,runtuh ( temporary ), jadi gue bisa membalas sms – sms nya tanpa menimbulkan efek samping ‘ vulnerable ‘ walau dia menemani perjalanan gue dari Ciamis – Purworejo.

2 ( Ketika ) semua Jigsaw pun terlepas

Jam 10.30, total 17 jam perjalanan, telat 6 jam dari seharusnya, sampailah gue di Wonosobo. Daerah yang selalu bikin gue kangen,pemandangan,hawanya,suasananaya; daerah yang gue haramkan untuk ngegalau tentang sang Jagoan. Biasanya gue punya waktu minimal seminggu disini, because this is my short vacation, gue harus menikmati waktu 2 hari disini se efektif mungkin. Dan gue pun sudah membuat itinerary – nya ,secara lisan sih.

Nggak banyak yang gue lakuin pada hari itu. Eh..banyak juga sih,haha. Mandi, lunch, terus sowan atau silaturahmi ke saudara yang jubel2an disana. Tiap rumah yang gue datangi, misinya selalu sama, mengajak gue dan adik gue menginap di rumah mereka,haha..dan semua ajak mereka sama sekali ngga ada yang mau gue tolak andai saja gue seminggu disana,gue akan nomaden dari rumah satu ke rumah yang lainnya. Karena setiap rumah adalah surga bagi gue,rumah di Wonosobo. Tapi ada satu rumah yang menurut gue selalu jadi tempat fav gue. Rumah itu ada di kawaasan namanya Argopeni, dan..hmm.. gue nggak tau cara menyusun kalimat untuk deskripsi tentang keindahan pemandangan yang ada di belalakang rumah itu, bahkan viewfinder kamera pun nggak bisa menjelaskan semua karena pemandangan itu bisa membius mata lo, subhanallah indah banget. Jadi pada saat elo bukan pagar beranda belakang, itu langsung di suguhi hamparan sawah dengan pemandangan desa di bawah sana ( jauh di bawah sana ), terus kita sejajarkan mata kita ke depan, maka di dapati jejeran bukit dan kabut berjalan perlahan …melintas perlahan..pelaan…sepanjang garis horizontal bukit tersebut. Hope this picture may help my description, eventhough I know it couldn’t represent the real panorama. Karena pemandangan indah ini hanya tertangkap oleh mata, bukan dengan view- finder kamera ( 1st pic and 2 nd pic)

( brb,menikmatii pemandangannya sebentar )

Okay, here we go. After that, kita meluncur ke toko souvenir dulu, lalu berjalan pelan menuju tempat makan yang paling gue rindukan selama 3 tahun ini : MIE ONGKLOK!! Kyaa..kyaa…apa sih mie ongklok itu? Mie ongklok itu mie biasa,dengan banyak sayuran2,dan ditemani sate sapi atau ayam, yang unik dari mie ongklok adalah, ada kuah kentel warna kuning yang dituang di mie nya tersebut. It’s different than other noodles. Sebenernya pun kalau bagi gue,rasanya biasa aja,bahkan gue lebih seneng makan mie keriting goreng rasa korned, tapi yang namanya makanan khas daeraah, kita tetap mau mencicip makanan yang tidak bisa ditemui di Jakarta dan tetap menjadi jenis kuliner yang dinikmati. Sluruuuup ( 3rd pic )

Setelah jam 19, kegiatan makan – memakan gue pun selesai. Selain itu,daerah sana pun kalau jam 18 ke atas memang sudah agak sepi, angkot pun udah masuk k kandang. Dan yang lain pun udah pada kecapekan karna perjalanan 17 jam tadi. And me? Still here,wakin’ up, is sinking to my blog world, makin’ draft to post it on my blog.

But now, I have to go to sleep earlier, cuz tomorrow, I will go to Dieng Plateau, it’ll be my big adventure. After I study for my placement test, I am going to sleep. Bye … ( 20 : 48 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s