3 Tahun part.1

Balairung siang itu sangat ramai,semua saling mencari,berfoto – foto, berpelukan satu sama lain,meyakinkan bahwa mereka pasti akan bertemu kembali dan wisuda bukanlah acara perpisahan
“Gue udah ngalamin ini setahun yang lalu”,dalam hati perempuan ini berujar
Sosok yang dicari pun belum kelihatan, di tangannya sudah ada 4 bunga mawar, 2 untuk sahabatnya yang terpaksa baru menuntaskan pendidikannya 5 tahun karena kesibukan organisasi nya, 1 untuk teman seperjuangannya selama mengemban amanah di BEM universitas,dan 1 lagi adalah untuk sosok yang paling dicari,tujuan utama mengapa perempuan ini ada disini,semua bunga mawar cantik berwarna putih, perempuan ini spontan terkikik sendiri karena tidak membelikan mawar yang lebih spesial untuk orang yang terakhir ‘Ternyata selama 3 tahun gengsi gue untuk memberi lebih ke dia masih gede aja’

Disusuri koridor ruang wisuda itu yang sesak itu,dan akhirnya bertemu 2 sahahat tercinta itu,namun hanya sebentar karena Reza,nama perempuan itu,masih mau bertemu 1 temannya lagi. Setelah berpamitan dan berjanji sama 2 sahabatnya itu sambil berjanji minggu depan akan tracking bersama mereka ke Curug Cilember bersama mereka,Reza mulai mencari 1 temannya lagi.Tidak susah, karena temannya yang menemukan Reza,setelah lama berpelukan karena teman seperjuangan ini akan meneruskan pendidikan S2nya di India,Reza pun pamit.Tak terasa Reza pun menitikkan air mata.
“Heh,malu sama nama lo yang kayak cowo ah,kok nangis sih”,sewot Ando sambil menoyor kepala Reza ,lembut
“Gue kan juga sedih pisah sama lo Ndo, India gitu,jauh banget sial!” Reza lebih sewot lagi
“Haha,hei cyber world make us closer nyet”
“hmm..iya sih”

“Si Alfi mane sist?ngga nganterin lo kesini?”

“Ngga,lagi sakit dia,doain sembuh yah”

Ando melihat mawar yang tinggal 1 buah yang ada di tangan sahabat perjuangannya itu

“oke,1 mawar lagi,gue tau buat siapa ini”
Reza menghela nafas,Ando lebih tahu semua dibanding 2 sahabatnya “iya,gue belum ketemu sama dia Ndo”
“gih cari sana,keburu pulang,takut udah balik k fakultasnya,kan mau arak – arakan nanti sore”
“lo nggak mau nemenin Ndo?”
“ogah ah, gue mau ketemu sang pacar dooong”
“iiish”

Balairung itu luas sekali,dan sosok tinggi nya tidak terlihat sama sekali. 30 menit mencari di pintu utara dan barat saja. Reza memutuskan untuk duduk di taman yang menghadap danau, angin semilir dari pepohonan menghilangkan rasa lelahnya seketika. Ketika melihat ke samping,ada belasan lelaki yang rusuh banget.
‘eh,itu…’
deg,itu dia,dia dan belasan temannya.
Reza sudah kenal baik mengenal kumpulan cowo2 itu,dan tanpa canggung mendatangi mereka dan memberi selamat satu demi satu,dan dia juga,semuanya seperti biasa. Beberapa temannya iseng bertanya untuk siapa mawar yang ada di tangan Reza. Lalu temannya pergi,dia tidak.
Susah menyembunyikan perasaan senang dan betapa gugupnya dekat sosok itu,tapi Reza dikenal sebagai perempuan muka datar, dia harus membiasakan semuanya agar tidak canggung.
Tapi ternyata susah,Reza mengalihkan pandangannya ke danau dan mulai membuka percakapan
“udah lulus aje lo Ren”
“iya dong,dengan IP pas pasan”
“haha. 3,11? not bad kok buat anak FT mah”
“hehe,iya sih”
Reza melihat sosok

itu.
‘Damn,senyumnya manis banget!’
“oh ya,ni,buat elo” Reza menyerahkan mawarnya tapi sedikit kecewa karna Reza melihat ada lebih dari 10 mawar ada di tasnya. Semua mawar itu merah..
“wow,terima kasih ya.putih sendiri nih mawar lo,haha”
“iya dong,gue kan ngga mau sama kayak yang lain”

“Eh Alfi masih sakit Za?”

“Masih Ren,doain cepet sembuh ya”

Sosok itu hanya tersenyum sambil memasukkannya ke tas di bagian lain,tidak di gabungkan dengan mawar merah itu
‘jangan ge er Reza,jangan,,mungkin di tempatkan berbeda gitu karna warna nya beda’ sugesti Reza.
dan seketika suasana taman itu menjadi sunyi,riuh para wisudawan yang foto – foto, mahasiswa yang lagi nge danus, teriakan wisudawan yang diceburkan temannya,hilang, saat itu semua seperti hening dan hanya Reza dengan Rendi,sosok itu, sosok yang sudah ditunggu selama 3 tahun
“hmm Ren, setau gue lo udah dapet kerja di Bali ya. kalo gitu boleh ngga nanya langsung..”
“pertanyaan yang ngga bisa gue tanyain di bbm,ym,fb chat,sms atau telfon” lanjut Reza

“Oh yah,tanya aja”
“Ada yang mau lo tanyain ngga Ren selama lo kenal gue?”
Rendi menatap bingung,” Haha,kok nanya balik Bang?”
“iiish,kan gue bilang, panggil gue Princess,bukan Bang”
“ogah”
“sial”
Reza menanyakan lagi “ada ngga?”
Sosok itu terdiam,berfikir,rambutnya menutupi muka nya,lama Reza pun menatap hingga mengacuhkan danau dan taman indah yang ada di depan matanya.
“Ngga ada kayaknya Za”
“Hmm..” Reza sudah tidak berani menatap Rendi,sosok itu sudah membuatnya bungkam
“Kenapa mangnya Bang?”
“Ngga apa apa,kali aja ada yang mau lo tanyain k gue,tapi elo malu,atau..GENGSI buat tanya,nah kayaknya skarang tepat aja”
“haha sial,kenapa gengsi nya di kasih penekanan?”
Reza tidak menjawab,dan ikut tertawa.
“Y udah kalo ngga ada, gue pulang dulu ya”
“giiiiiih”
Ada raut kekecewaan dari muka Reza, ‘mungkin emang ngga ada’
Reza tetap bergeming,menatap danau,taman,langit di depannya,Reza merasa aneh karena pemandangan itu tidak seindah beberapa belas menit yang lalu.
Reza menunggu Rendi yang pamit duluan,perempuan itu masih mau duduk,merenung, tidak ada keinginan sama sekali untuk menatap sosok itu.

Rendi ikut duduk di sampingnya,diam,menunduk,dan menghela nafas panjang.
“Gimana perasaan lo k gue selama 3 tahun ini?” (bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s