3 Tahun part.2 (end)

Deg.
Ini topik yang emang Reza tunggu,ini pertanyaan yang Reza harapkan dari bibir Rendi.
“Saya sekarang menyukai Anda sebagai teman,Ren”
“Iya,gue juga tetap menyukai lo sebagai temen.

“Iya,dan gue seneng lo ngga pernah sekalipun ngejauhin gue walau lo tau gue suka sama elo,ehem..dulu ya”
Rendi tertawa “iye..gue tau,sekarang lo sayangnya sama siapa”
“Alfiii…temen kosan lo tersayang itu”
Berdua tertawa keras sekali,dan keadaan kaku tadi seakan hilang.
“Terus lo sampe skarang belum nemu perempuan yang bisa mengalihkan dunia lo Ren?4 tahun ini?”
“Belum”
“Lo masih bertahan sama prinsip lo ya?”
“iya..gitu deh.gue ngga nyaman pacaran,tuntutan,omongan orang,dan..”
“ngga ada tujuannya”,sahut mereka berbarengan.
“iya,gue lebih milih,nanti.kalo gue udah punya sesuatu yang bisa gue banggakan,entah kerjaan gue atau apa,gue akan jemput dia,gue akan lamar dia.kalo kemaren waktu gue jadi mahasiswa,ngga ada yang bisa gue banggain,kuliah gue masih di bayarin orang tua,masih suka dotaan,masih suka organisasi sana sini.dan mulai saat ini,gue akan buat jalan hidup gue jadi lebih dewasa dan terarah,dan mempersiapkan segala sesuatunya buat sosok itu nanti,gue akan jemput dia”
‘ wow,longest words ever’ Reza belum pernah mendengar Rendi bicara sepanjang itu.
“kok lo bisa memutuskan untuk ngebuka hati lo buat Alfi?”
Walau terkejut dengan pertanyaan ini,entah mengapa Reza bisa menatap Rendi
“Karna ternyata dicintai lebih bijak daripada mencintai, walau jujur,gue lebih milih dicintai orang yang gue yang dicintai,tapi waktu itu Tuhan ngga kasih gue pilihan itu,Tuhan cuma beri 2,tetap menunggu elo,atau membuka hati buat orang yang sudah sabar menunggu gue,yang ternyata ngga jauh dr gue,yang ngga pernah gue sadari sebelumnya.Gue akhirnya memilih untuk belajar,belajar buka hati untuk Alfi,dan itu keputusan yang nggak pernah gue sesali,sebuah keputusan yang bijak dibanding menunggu,menunggu elo”
“Maaf..Za”
“No..you don’t have to Ren,skarang liat gue selama beberapa bulan ini,gue sudah menikmati hubungan ini,dan ngga ada penyesalan di dalamnya”
Reza menghela nafas sebelum melanjutkan kata2nya,sosok di sebelah kirinya memalingkan muka ke depan.
“Gue yakin Ren,cinta itu sebenernya kasih sayang Tuhan kepada hambaNya yang diteruskan dengan perantara seseorang,jadi walau lo pernah bikin gue kecewa,gue ngga bisa memaksa perasaan gue k elo untuk hilang,sama sekali nggak bisa,karena sayangnya Tuhan sama elo masih ada d gue,gue masih jadi perantaraNya saat itu,tapi ternyata ada saatnya Dia nyabut rasa sayang k elo dari gue,bukan karena dia ngga sayang lagi sama elo,tapi dia lewatkan ke seseorang,perempuan lain yang bisa bikin elo sadar ada kasih sayang Tuhan di dalam dirinya bersama cintanya untuk elo,dan elo bisa mencintai dia”
“dan lo cinta sama Alfi karena belajar”
“iya,SKS baru di mata kuliah kehidupan ren”
Reza merasa kuat mengatakan itu,dan lega,perasaan lega yang selama 3 tahun tertahan.
Reza mengalihkan pandang ke depan,entah sudah berapa lama mereka berdua disana,tapi di langit sudah tampak lembayung sore, di ujung matanya, Reza bisa melihat Rendi menatapnya,tatapan yang tidak bisa di terjemahkan Reza.
“Lekas sukses yah Ren di Bali sana,jemput dia kalau udah sukses nanti.Walau nanti ternyata orang itu sedang bersama seseorang,hajar Ren,kan belum janur kuning,haha..”
Reza melihat Rendi, lama,tapi tidak sadar kalau sebenarnya mereka saling melihat,fikiran Reza kosong sesaat,’orang yang pernah gue tunggu’
“Oke gue pamit yah ren,besok gue udah mesti balik ke Semarang,si Alfi ogah bantuin gue packing pasti,kan lagi sakit”
“Oh udah k Semarang lagi aja?”
“yo..”
Reza dan Rendi pulang masing – masing karena arahnya berbeda.
Hati Reza ternyata tidak setenang tadi ‘ Maaf ya Tuhan,hamba lancang menganggap kasih sayangMu untuk Rendi sudah tidak di hatiku lagi’

Di tempat kos Rendi,packing semua barangnya untuk di bawa pulang ke rumah, fikirannya masih melayang ke percakapannya tadi dengan Reza, masih kagum dengan betapa tenangnya perempuan itu berbicara dengan dirinya,lelaki yang pernah ditunggu lebih dari 2 tahun.
‘Gue akan jemput lo,Reza’ (end)

12 05 2011
07.36 AM
On the bus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s