Idealistis atau…Realistis??

Idealistis atau realistis,

dalam term job things.

Which one do you prefer? I’ve ever got a question bout this from my senior,a few days ago. Karena suatu pembicaraan unik, topik ini malah menjadi lebih seru daripada topik sebelumnya

In particular things, gue termasuk idealisme. Bagi gue, Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sumpah Karate, Janji Wisudawan, selama gue ucapin itu dengan lantang,gue berusaha menjalani semua nya sesuai dengan apa yang gue ucapkan. Salah satu yang menonjol dari Janji Wisudawan adalah mengamalkan ilmu yang didapat dan menerapkannya. Bagi gue, bekerja di laboratorium, dengan senyawa yang pekat berbahaya yang sifatnya bisa flammable, combustible, corrosive,etc; “bermain – main” dengan cawan petri yang berisi ribuan bakteri merugikan atau menganalisa zat yang kemungkinan sifatnya karsinogenik, itu jadi passion sendiri buat gue.

But, look at me now

Pekerjaan apa yang gue dapat saat ini, dan kenapa,katanya idealis? Keukeuh mau kerja di sektor kimia,tapi kok?Hmm..I do believe it, we plan the best,GOD do the rest.

Kalau gue mempertahankan idealisme gue, dengan tujuan kenapa gue mau kerja adalah untuk kuliah lagi, mungkin saat ini gue belum kerja. Kalau saja, gue  keukeuh mau kerja di sektor khusus TANPA gue ngeh sama pintu yang lagi terbuka buat buat gue, yang mungkin menuju ke keinginan luhur gue , my special purpose why do I need a job.

Lalu gue terima pekerjaan itu. Gue percaya, mungkin dengan tujuan utama gue kerja untuk apa,idealis bukanlah pilihan yang bijak. Pikir realistis, cari kerja susah,dicoba dulu kenapa nggak, siapa tahu lo dapet skill tambahan karena jobdesc yang kayak magnet searah sama ilmu lo,bersebrangan dan jauh banget.

Benar,beberapa bulan gue jalani, gue bersyukur, realistis ngga selalu salah. Gue dapet skill tambahan di bidang interpersonal;gimana gue bisa tetap tenang dengan seseorang yang murka angkara minta dikembaliin uang puluhan jutanya itu, dan linguistik; manager regional gue yang orang asing dan member2 yang ada di banyak negara, even I can cakap Malay, you do believe it, don’t you? :p. My goal, to pursuit is to go back to my university, to continue my education,it’s still here *pointing my heart*. Kalau nanti gue sudah meraih gelar yang gue inginkan dari dulu, menjalankan Tri Dharma dan Janji Wisudawan menjadi urusan yang sedikit mudah, gue mungkin bisa lebih selektif memilih pekerjaan, setelah gelar itu ada di tangan gue, I couldn’t ask more,enough,I’m so thankful to ALLAH

Dan ini kebalikannya

Lo kuliah capek – capek 3-5 tahun tapi lo ngga ada nyawa di major itu, kuliah dijalani tanpa atau sedikit passion,tapi lo berhasil lulus dengan gelar major tersebut. Apa yang lo lakuin nanti,recana lo apa?With the same question at the beginning of my post, idealis atau realistis?

Dan gue seneng karena sebelum pertanyaan ini terlontar dari sahabat gue ( Arti Dian Nastiti ) gue baru saja terlibat percakapan heart – to – heart dengan ayahanda.

Beliau adalah Sarjana Hukum..engh..UGM *jleb. Tapi dalam hatinya, minat terbesar beliau adalah di bidang kelautan. Berkerja di sektor kelautan adalah impian sesudah lulus. Then I asked my papa when he shared his story to me ‘ But don’t you think about your skill? I mean..why did you spend 4 years in law major, when you really don’t want to get a job in law sector?’

(bukan) Kesalahan beliau adalah memilih jurusan yang populer pada masa itu,jurusan yang populer,bukan jurusan yang diminati pribadi oleh beliau. Tapi dalam pemilihan pekerjaan, akhirnya beliau bisa meng-combine kedua dua nya, beliau berkerja di perusahaan kelautan dengan posisi di bagian perniagaan, yah gue kurang awam apa pastinya jobdesc itutapi ilmu hukum beliau banyak terpakai disana. Beliau percaya kita ngga seharusnya saklek untuk menjadi idealis atau realistis, kalau bisa meng-combine 2 2nya dan jalannya lo disitu,why not. Dari mindset itu beliau mampu menempatkan dirinya ke pekerjaan terakhir yang membuat beliau bertahan lebih dari 25 tahun disana,sampai pensiun. Pekerjaan yang buat beliau merasa,cukup,I won’t more,this is where I belong,this is truly my passion. Masih banyak ceritanya yang ngga bisa banyak di share disini tapi  benar, pandangan ini akan gue bawa sampai sekarang dan untuk kedepannya nanti.

Ngga ada yang tau nanti ke depannya, obsesi gue berkerja di company **** udah dari SMA awal, tapi siapa tahu emang bukan sekarang dapetnya, tapi nanti,atau malah berkerja di competitornya tapi gue udah nyaman disana. Dan gue percaya, pintu memang selalu terbuka untuk kesempatan2 selagi kita menunggu yang terbaik,dan kalau apapun yang kita impikan dari kecil,entah itu pekerjaan,cita-cita,kampus impian,sekolah inceran tidak sejalan dengan yang ada, itu karena pasti kita akan lebih baik buat kita nanti, dariNya

Jawaban gue atas pertanyaan senior gue waktu itu Gue sangat ingin menjadi idealis dalam memilih kerjaan,tapi mungkin belum bukan tidak untuk saat ini. Saat ini tujuan utama gue adalah suatu hal tentang pendidikan gue and I’m really fight for it, gue rela dengan realistis atas pekerjaan yang gue ambil as long as it can support my journey to my destination.Kita masih muda,kutu loncat pindah – pindah pekerjaan ngga dosa,sampe akhirnya kita nemu titik final,bukan karena cape,tapi dimana kita udah cukup disini,yang kita inginkan selama ini

If God denies your request, it’s because God has something better planned. Have FAITH!

 

 

at pantry 16 : 45 – 17: 10

24-06-2011

2 Comments Add yours

  1. Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara:
    1. Jika Tuhan mengatakan YA, maka kita DAPATkan apa yang kita minta
    2. Jika Tuhan mengatakan TIDAK, maka kita akan mendapat yang LEBIH BAIK dari yang kita minta
    3. Jika Tuhan mengatakan TUNGGU, maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak-Nya

    DO THE BEST! HAVE FAITH! 😀
    GO GO RAY!
    “sesuatu yang baik” sedang menunggu lo di sana 😀

  2. Waaaah….subhanallah sisteeer,iya,gue saaangat percaya sama hal itu,dan saat ini gue yakin,gue sedang diberi poin ke-3 olehNya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s