1 Januari 2011

1 Januari 2011 – Farah Soraya

 

6 Januari 2011
‘Tuhan..yang Maha Pengampun.Bisakah kau tangguhkan rasa sakit batin ini?Hukuman ?Vonis ?Aku sedang menikmati Tuhan..menikmati segalanya sebagai citaku’

Arsha menutup buku diari nya.Gelap,hampa di sekelilingnya.Besi dingin disentuh dengan pelan,merasakan dingin yang menyesap,ke badannya,menembus hatinya.Sejuk.Tatapan hanya satu,ke atas,menebak apa yang sedang Tuhan pertimbangkan,apa yang sedang Tuhan rencanakan?Apakah Tuhan akan enggan berbaik hati padanya.
Dipeluk erat diari nya,media berkomunikasi dengan Tuhan selain dirinya dalam doa.Dibuka perlahan kertas kertasnya..Arsha membuka lembaran mundur ke belakang,ke bulan November..
1 November 2010
‘Apakah kau memaafkan aku Tuhan?Atas rasa yang tersamakan ?Atas rasa terlebihkan ini?’

6 November 2010
‘Apa yang bisa membuatku meninggikan cintamu,Tuhan?Banyak,banyak,rasa cintaku padaMu salah satunya dengan rintihanku ini.Tuhan,apakah kau meridhoi rasa cemburuku padanya?Gadis yang tidak pernah lepas dari hatiku?Rasa cintanya menyamai rasa cintaku padaMu?Apa aku salah Tuhan?’

7 November 2010
‘Cinta,mampu memendam segala luka dan sakit hati,bila memang ia sudah dijodohkan olehMu bukan denganku.Tapi apa yang kurasa saat ini?Dosakah aku mengatakan bahwa aku sangat mencintainya namun aku tidak bisa melihatnya bahagia di pelaminan dengan sahabatku sendiri?Apakah itu adil ya Tuhan?’

9 November 2010
‘Aku masih mencintainya.Sangat.Satu per satu torehan luka mengiris hatiku,melihat senyumnya,tatapan cintanya,semua isyarat cintanya,bukan Untukku.Bukan.Ia bukan.jodohku.Apa lebih baik aku mati?Agar perih ini tidak lebih menyakiti hidupku nanti.Aku..mencintai dia Tuhan…Sangat…’

20 November 2010
‘Aku membayangkan kehilanganmu Tuhan,dan..aku takut Tuhan.Aku lebih baik kehilangan hidupku daripada harus hidup tanpaMu.Tuhan,bagaimana pendapatmu?Mati dalam keadaan tenang tiada beban atau teruskan jalan hidupku tapi semua dengan kerikil yang menyakiti tiap langkah kehidupanku?Mana yang terbaik,Tuhan?’

1 Januari 2011
Arsha menghela nafas panjang.Ada yang berbeda di lembar itu,kertasnya terasa lebih berat,sangat berat,gelap.Arsha terdiam lama menatap isi catatan harian pada tanggal itu.Di hatinya,bercampur aduk,menyesal,sedih namun lega..Reaksi perasaan yang ironi dengan rasa cinta kepada gadis yang sangat diharapkannya.Catatan yang membuat ia berada disini,sendiri.Catatan yang langsung ia tuliskan persis setelah apa yang ia lakukan pada tanggal 1  itu
‘Tuhan,aku tidak bermaksud mendahului takdirmu.Aku masih ingin hidup,dengan atau tanpa.cinta darinya,aku masih mau ada disini,walau bukan untuknya.Namun biarlah akan ada satu yang dikorbankan.Namun bukan kukorbankan diriku.Kalau aku tidak dapat memilikinya,biar,biar jangan ada yang memilikinya.Biarkan sahabatku,ketiga anaknya,mertua,keduaorangtua nya,dan aku tidak memilikinya.Kuserahkan dia untukmu Tuhan,jaga ia di sisimu.Maaf aku menyalahi takdirmu,dengan pisau ini,,Biarkan hanya Kau yang memilikinya Tuhan.Biarkan..’

Arsha menutup diari nya.Tangis tidak akan mengubah segalanya Pisau ditangannya pada tanggal itu sudah terlanjur menghunjam dalam ke jantung Eila,gadis pujaannya.Sudah terlanjur…

 

 

18102011_23:07

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s