Keyakinan hati dengan logika bersatu

“Saya punya teman,dia selalu bingung,kenapa tiap dia mau naik jabatan yang hampir pasti diraihnya,posisi itu selalu ditempatkan ke orang lain,bukan ke dia.Dan ngga cuma sekali,2 kali,tapi sering’
‘Terus,Pak?’
‘Dia mencari tau apa yang salah dari dirinya. Setelah berkonsultasi,ia tau penyebabnya’
‘Kenapa Pak?’
‘Dari kecil,dia diajarkan untuk selalu mengalah.Hal ini,gelombang ini,secara tidak sadar ia bawa sampai saat ini. Secara tidak sadar ia membuat Semesta ‘mendukung’ ketakutan dia untuk selalu mengalah’
‘Jadi memang masa lalu,trauma,kebiasaan,dan mungkin didikan dari masa lalu akan terbawa ke masa depan ya?’

Titik kesadaran kita saat ini menetapkan semua kemungkinan peristiwa masa depan dalam waktu dekat

‘Namun gimana cara kita bisa mempelajari kesalahan di masa lalu?’
‘Belajarlah,namun jangan libatkan perasaan’

‘…..’
‘Sulit,Ray?’
‘Iya Pak’
‘Kamu harus berlatih.berlatih melihat masa lalu tanpa merasakan emosi pada saat itu,ambil plot ceritanya,bukan perasaannya’

Dan seketika gue inget quotes yang pernah gue update di y!m belum lama ini.

Diskusi 3 orang selama hampir 2 jam banyak memberikan pelajaran.Lagi – lagi tentang hati,seperti dejavu dengan postingan gue sebelumnya disini,bagaimana sang anak gembala Santiago mencari perjalanan hatinya,berteman dengan hatinya. Diskusi yang ngga bisa banyak dibahas disini,diskusi yang tidak pernah bosan untuk dibahas berkali-kali,dengan sama orang,dengan beda orang,dengan siapapun yang sedang mencoba mengerti dan mengenal hatinya.
Gue selalu suka lagu Katy Perry yang Fireworks,tiap gue nyanyiin itu,melihat video klipnya,mendengar lagunya,gue selalu merasa bergetar,bagaimana vokal kuat dan visualisasi esensi dari lagu itu.Dengan fireworks yang keluar dari arah jantung mereka,menyala,terang,memberikan harapan,keberanian tanpa asa tanpa takut. Untuk membuat perubahan, melakukan perbuatan,keluar dari zona nyaman,dan hal lainnya.

Bagaimana dengan hal yang mau kita inginkan saat ini?Untuk nanti?Atau…5 menit dari sekarang?

Selalu kekuatan keyakinan manusialah yang membiarkan kita menjadi sesuatu dari apa yang kita telah yakini

Gue mau masuk ke tempat itu,universitas itu,ke tempat gue akan merangkai masa depan cerah disana,dengan budaya yang selalu membuat gue nyaman,orang-orang hangat.Ingin..gue sangat mau disana.
Berdoa,berharap,dan pada saat itu gagal,entahlah kadang ada sedikit rasa sakit kalau gue coba melihat ke belakang,ke 2007,ke waktu itu.Hingga ada titik dimana gue bisa mentertawakan sendiri dan mengikhlaskan semuanya.Kenapa?
(dulu) gue ngga pernah merasa yakin ada disana,gue selalu berpatokan dengan nalar dan probabilitas,persentase ujian,poin poin
(dulu) gue mentranslasi kan definisi ‘pasrah’ secara literally,itu fatalistik,gue meragukan kuasa ALLAH tanpa gue sadari
Dan…
(dulu)gue ngga pernah memvisualisasikan gue ada disana,euforia kuat gue udah berada disana,mengenakan almamaternya,mengagumi bangunannya.visualisasi gue mati.

Yang berperan logika
Yang berperan probabilitas
Yang berperan rasa pesimis

Yang berperan adalah rasa pasrah yang salah

Yang paling penting di dalam diri kita adalah keyakinan kita yang kuat

Ada yang kurang saat itu,ketika gue yakin sama apa yang gue ingini.Subhanallah..gue belajar banyak saat ini lebih dari apapun. Melatih heart-set,tidak selalu mind-set.Karna bila kita terlalu fokus dengan mind-set,ada blocking yang akan jadi distorsi keyakinan kita.
‘Gue bego,ngga akan dapet beasiswa”
‘Gue gendut,ngga mungkin jadi miss pageant’
‘Gue ngga jago ngomong,gue ngga akan menang pemilihan KeBEM’
Yakin,seperti anak kecil,yang selalu yakin,yang selalu positif.Bebas,tanpa halangan.

Ketika keinginan itu bukan berada pada titik yang seharusnya.Keep the faith.

The heart is stronger
Than you think
It’s like it can go
Through anything

Maybe you’re reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road

 

Pasca diskusi malam itu, via whatsapp,gue dan teman gue saling sharing apa yang kita alami malam itu di perjalanan pulang masing2,kejadian yang membuat bibir tak henti mengucap syukur, hati yang lebih tenang dari biasanya, mata yang terpejam memasuki fasa alpha,yang merunut dan me-recall hasil diskusi tadi.

Agra – S14 7:49

 

*sangat ingin dengar share dari teman2 yang baca,via komen ini ataupun y!m,feel free. Nice to know our heart well πŸ˜‰

8 Comments Add yours

  1. Pisko says:

    ray you always count everything on your mathematical model…sometimes you have to trust your heart more than your logic…(lagi-lagi saya sotoy soal ginian)…

    1. yeah,even for my body,I always count mathematically regarding calorie in and out.I know it πŸ˜€

      1. Dicky says:

        tumben bicaramu bener pisan, #Pisko! satuju sayah, banyak hal yg terjadi di dunia ini yang gak bisa masuk logika kita… sotoy jg saya yaa?? πŸ˜€

      2. kapaaaan..saya pernah ngga bener kang dicky?#retoris #lupakan

  2. idur says:

    menurut gw segala sesuatu yang masih bisa lo rasakan itu logis (masuk logika), termasuk keyakinan itu hal yang sangat logis … menurut gw hampir semua hal didunia ini masuk kedalam logika .. jadi gw agak kurang setuju sama Agnes Monica, “cinta ini kadang-kadang tak ada logika” .. logika mati bersamaan dengan kematian kita πŸ™‚ ..

    Lalu, satu lagi, menurut gw, tidak ada yang salah dengan rasa pesimis .. yang salah adalah ketika kita salah menempatkan rasa pesimis itu .. πŸ™‚

    anyway, nice post .. keep writing, maaf gw lagi cuti blogging.. sekarang lagi focus ke recording (haha.. sok ngartis), so mungkin lain kali gw kasih link untuk mendengarkan lagu gw aja yah ..

    1. case closed ya brade,why did I wonder about your subtitute word :p
      but thank you for reading, I appreciate it so much,and u never gave me any negative comment regarding my post
      noted,Sir.am waiting for your song and your snake
      snake up your life ;p

  3. ayya says:

    setuju sama postingmu, ray!
    sometimes, kita emang ga bisa sepenuhnya mengandalkan logika. dan ada saatnya juga di mana kita ngga bisa hanya pake feeling 100%. that’s why, keyakinan hati dgn logika hrs bersatu dan saling menyeimbangkan πŸ™‚
    yang jelas, i do believe the power of “law of attraction”.
    positive thinking, positive feeling then we’ll get positive feedback from universe πŸ™‚

  4. Rama Prima says:

    pertama, ni postingan nyindir gw bgt soal pasrah yang salah [eits tp bukan berarti u nyindir gw lho bassist :)]. Back to 2007 the story is all about me. Nice post kk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s