“Halo, Siapa Namamu?”

untuk Proyek #15HariNgeblogFF

 

Mushalla bawah, Ashar mepet,tipe-tipe yang suka menunda shalat

 

Aku sedang duduk disini dengan cokelat chunky kesukaanku, mengunyah pelan. Suntuk dengan deadline laporan yang menumpuk, aku memutuskan untuk ke bawah, menyendiri.

Bapak paruh baya sedang memasang sepatu di sebelah aku,dan satu lagi di seberang. Aku tidak mengharapkan ada siapa pun di sini, hanya aku dan cokelat kesukaanku, bekerja sama membunuh rasa suntuk ini.

 Jam 17:16

Ujung mataku menangkap ada yang sedang duduk di sebelahku,memasang sepatu. Aku acuh untuk mengamati siapa yang ada di sebelahku, yakin tidak ada siapa pun yang aku kenal di sini. Cokelat tinggal 2 bagian lagi. Setelah ini aku akan ambil tas di atas dan pulang, niatku. Aku membetulkan posisi dudukku lagi, punggung bersender di tembok, kaku kanan menumpu ke kaki kiri. Nyaman. Sebelum magrib aku aman untuk duduk dengan posisi perempuan-pemalas seperti ini.

 Deg

Dia.Tiba-tiba jantung berdetak terlalu reaktif. Sensasi ini beda.

 

Berbeda dari hari sebelumnya, sensasi yang aku alami adalah gugup karena aku menunggu kehadiran dia dan bertemu, walaupun pada saat kita berpapasan aku hanya bisa terdiam dan memalingkan tatapan. Dan tiba-tiba orang yang biasa ditunggu dengan gugup dan sedang tidak ada di pikiranku saat itu, muncul di hadapanku, bukan, lebih tepatnya di sebelahku.

 

Aku akan langsung memalingkan muka,dengan sifat pemalu ku dan mudah gugup

Aku akan meneruskan menghabiskan cokelat tersebut

Aku tidak akan pernah berani menatap mata dia

Tapi dalam waktu seper sekian detik,ada bisikan yang datang, yang membuatku bertindak sesuatu yang tidak mungkin aku lakukan

“Sahabat kamu akan keluar Minggu depan, tidak akan ada lagi rekan gila untuk mengintip dia dari jauh”

“ Tatap matanya, 3 detik saja,sangat berarti untuk kamu dan dia juga”

“ Kamu punya senyum yang manis, kalau orang lain boleh lihat senyum kamu, kenapa dia tidak?”

Dalam waktu singkat itu juga aku memikirkan hal-hal itu ,semua kejadian ini berjalan cepat

Dan..

G : Cokelat,Mas?

D : eh iya,terima kasih

G : kalo perempuan makan cokelat,itu ada 2 kemungkinan alasan

D : oh ya?apa?

G : hem..mereka lagi PMS atau malah lagi datang bulan,jadi ya ngga tau hormon dari mana,mereka lari ke makanan manis seperti cokelat ini. Yang kedua,mereka lagi bad mood,jadi pelariannya ke makanan manis kayak brownies,es krim, dan cokelat.

D : kamu lagi yang mana?

G : mungkin  bad mood

D : oh ya?kerjaan?

G : ya gitu sih,dan uniknya,kita itu mau cokelat,bukan butuh. dan sebenarnya aku pribadi ngga ada pengaruh sih cokelat ini. Tapi kepuasan batin juga sih.

D : *nyengir* oh gitu ya,haha, baru tau deh

 

‘Cie…Dharma’, tiba-tiba seorang lelaki sebaya dia datang dan menengok ke arah ku dan dia dengan mimik isengnya. Awalnya aku belum sadar dia berbicara dengan siapa, sampai aku melihat ke arah dia. Lalu lelaki itu pergi, entahlah, sepertinya dia datang hanya untuk meledek temannya.

 

G : oh nama kamu Dharma?

D : iya.nama kamu siapa?

G : Gilang.

Aku tidak kuasa menahan senyum saat itu

 

 

Selesai.

Iya, ceritanya selesai. Khayalan aku untuk mengenal dia selesai. Aku berhenti ingin mengenalnya, bahkan untuk tahu namanya. Setelah kemarin aku melihat dia keluar dari satu restoran favoritku, dan keluar sambil menggandeng erat tangan seorang perempuan berhijab yang cantik.

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s