Jadilah milikku,mau?

Untuk project #15HariNgeblogFF

Aku duduk dengan gelisah,berkali – kali mengganti posisi dudukku. Efran menggenggam tanganku,erat
“Tenang saja Ka,aku sudah cerita banyak tentang kamu ke mereka kok”.
Aku menghela nafas lega, dan tersenyum ke Efran. Aku ngga mau melihat Efran khawatir,merasakan betapa cemasnya aku.

Dua sosok perempuan dewasa datang dan duduk menghadap aku.
‘Cantik..’,aku terpesona dengan sosok keibuan mereka yang sangat kental. Aku tidak berani lama menatap mereka, aku menunduk,menghindari tatap mata dengan mereka.
“Alika, ini Trisya,dan ini Ella. Mereka sudah tahu banyak mengenai kamu”,Efran memperkenalkan dua sosok mengagumkan itu.
‘Aku tidak akan pernah bisa menyeimbangkan mereka’,gumamku dalam hati
Aku menyalami Trisya yang tersenyum manis,lalu Ella yang riang menyambutku dan memelukku
“Salam kenal,Alika”,Ella mencium kedua pipiku. Aku kembali duduk
“Kamu dari jurusan apa,Alika?”,Trisya membuka topik,mencoba mencairkan suasana
“Matematika,Tante..”
“Hei..panggil kami Trisya dan Ella aja,Sayang..hihihi”,Ella dan Trisya tertawa bersama karena aku memanggil mereka ‘Tante’,aku salah tingkah.
“Maaf..”,mukaku panas,memerah
“It’s okay,Dear..Kamu pasti masih canggung sama kita”

Percakapan berlanjut hampir dua jam lebih,aku mulai mengenal mereka. Tapi sepertinya masih kurang waktunya. Aku akan terbiasa dengan mereka, bahkan bisa belajar dengan mereka. Lucu sekali kalo membayangkan kita bertiga hampir tidak sadar akan kehadiran Efran disana. Akhirnya aku memutuskan untuk pamit karena harus mengurus Surat Keterangan Lulus di kampusku. Ingin rasanya cepat – cepat bertemu dan bertukar cerita. Wanita-wanita yang menyenangkan,istri yang menyenangkan.

Aku menggenggam tangan Efran,erat,berjalan menuju mobil Efran.
“Mereka sangat baik dan pengertian,fran”
“Yah,aku sudah lama cerita tentang kamu,agar mereka mengerti”
“Jadilah milikku,masih…mau?”,Efran memasang raut cemas,raut yang dibuat cemas lebih tepatnya.Aku menyesapkan bibirku di atas bibirnya sekilas. “Tentu saja Efran,aku mencintaimu”,Efran tersenyum hangat kepadaku.

Aku,Alika, bersedia menikah dengan Efran,Efran yang dari awal aku melihatnya,aku yakin dia adalah masa depanku,imam di setiap shalatku,ayah dari anak-anakku.Efran,yang akan kunikahi tidak lama lagi,sebagai istri ketiga nya.

2 Comments Add yours

  1. warm says:

    efran yg gagah 😀

    1. hahah,masih satu lagi kok kuota istrinya :p
      terima kasih sudah berkunjung ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s