Inilah Aku,Tanpamu

“Jaga ucapanmu,Alya”,Aqsa menatap Alya,tajam,matanya merah menahan amarah.
“Aku udah jaga ucapanku,dan aku tahu apa yang aku ucapkan.Aku tahu persis…”,Alya membalas tatapan Aqsa dengan suara rendah,menahan marah dan pilu di hatinya.Tekadnya bulat,hubungan ini harus diakhiri,antara dirinya dan Aqsa,setelah 4 tahun bersama.
“Alasan kamu ngga beralasan sama sekali Alya”
Alya mengambil segelas teh hitam panas yang tadi diseduhnya,tiba-tiba tangan Aqsa menggenggam tangan Alya,kasar
“Apa sih kamu,Sa?!!?Jangan kasar!”,Alya terkejut,refleknya menjatuhkan cangkir tersebut.
“Kamu..sama…saja..membunuh..aku”,suara Aqsa bergetar,amarahnya yang tertahan terdengar jelas,Aqsa menghindari kontak mata Alya,Aqsa takut akan  melukai Alya karena emosinya tersebut.
“Aku memang mau membunuh kamu”,Alya beranjak pergi dari tempat itu, tempat dimana Alya bersikukuh mengakhiri hubungan dengan Aqsa,dan Aqsa melakukan yang sebaliknya.
Aqsa terdiam menatap punggung Alya,hatinya hancur. Aqsa melihat satu carik kertas yang tersingkap di atas meja
‘Nama Aku Alya Sharifa,Aqsa.Ingat itu’

***

“Kamu ngapain ada disini?”,Alya terkejut melihat Aqsa sudah berada di dalam apartemennya. Alya berusaha acuh dan beranjak menuju pintu.
“Dengerin aku”
“Tidak”,Alya memburu dirinya ke luar
“Jangan temui Dokter Rahman,dia jahat”,Aqsa memburu langkahnya,menyeimbangkan dengan Alya,wanita yang sangat dicintainya
“PERGI!!!”,Alya tidak kuat menghadapi Aqsa.Aqsa mundur,dan merasa dirinya berada di dalam ruang hitam yang dalam,kelam.Emosi nya begitu lemah terhadap Alya,Aqsa memilih untuk mundur.

***
“Pagi,Dok..”
“Kamu…”,Dokter Rahman menatap dengan penuh selidik
“Alya,Dok”
“Baiklah,bagus.Kamu siap untuk sekarang?”
Alya menahan nafas,ia sangat siap untuk hari ini.Hanya saja..
“Siap,Dok”,Alya mengangguk mantap
“Baiklah,Alya,kalau gejala itu muncul lagi,kamu harus melawannya,dengan keras.Kamu Alya,ingat itu.Saya yakin kamu bisa”
“Baik,Dok”
Dan Alya memejamkan matanya,proses itu tidak akan Alya ingat ,tidak akan pernah Alya coba ingat.

***

Alya menatap cermin,senyum mengembang jelas di wajahnya
‘Aku,Alya Sharifa’,gumam Alya di depan cermin
‘Inilah aku tanpamu Aqsa.Aku kuat,aku..cantik.Aku siap buka hatiku untuk lelaki lain.’
‘Aku Alya,bukan Aqsa.Aku sudah membunuhmu,membunuh karaktermu di dalam diriku.Tidak ada lagi wajahmu saat aku bercermin.Tidak ada cumbuan di depan cermin. Tidak ada debat kosong,aku melihat diriku berdebat denganmu,dan orang lain melihatku berdebat sendiri. Inilah aku tanpamu.Kuat’

***

Dokter Rahman membuka lagi catatan tiap pasiennya
Alya Sharifah
Status : sembuh,masih harus dipantau

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s