Menikahlah Denganku

Untuk Project #15HariNgeblog FF Hari terakhir,tidaaaak!!!! :((

 

Langkahku terburu – buru menuju etalase perhiasan tersebut, sebelum bertemu kamu pokoknya aku harus ke sana dulu, ada yang harus aku lihat di sana.

Salah satu pramuniaga sudah menyambutku secara ramah, aku hanya memberikan senyuman sekilas.

“Maaf Mbak, saya hanya mau melihat cincin yang..”, mataku menatap etalase cincin yang aku sudah suka dari lama. Hilang. Sudah terbeli. ’ Ah kamu tidak pintar membuat kejutan’, senyumku.

“Terima kasih ya Mbak”, aku tidak bisa menahan senyumku saat itu, sungguh semuanya begitu jelas, apa yang mau lakukan nanti malam.

Aku memburu lagi langkahku ke butik tidak jauh dari tempat tadi. Dan mengenakan night dress fuchsia yang sudah aku incar dari sebulan yang lalu.

‘ Jangan lupa ya malam ini, dan jangan telat’ , aku membaca BBM dari kamu.

‘ Ah sayang, kenapa semua begitu jelas begini sih. Apa aku begitu mudah menerka semua kejutan darimu?’, aku tidak membalas BBM kamu, biar nanti saja aku jelaskan semuanya.

Aku mengganti sandal jepit Bali bututku dan mengambil heels dengan warna kuning di bagasi. Kontras. Tapi itu yang paling kamu suka dari aku. Dan aku nyaman dengan kamu yang menerima aku apa adanya.

Lagu kesukaanmu yang membuatku aku jadi suka mengiringi perjalananku, aku menyetir dengan kecepatan sedang, seiring tempo lagu yang lambat.

‘ Kamu ngga menjemputku, menyuruh aku berangkat sendiri ke sana. Ah, ini bukan kejutan Sayang, sungguh. Bagaimana cara kamu melamar nanti? Memasukkan cincin ke wine  yang kita minum? Memasukkan cincin itu ke dalam Ellsworth San Mateo Scallops yang akan aku makan di menu ala carte nanti? Semoga bukan, it just so..predictable’, aku mengarahkan mobilku ke tempat ini. Lagi, di tempat parkir nya hanya ada mobil Land Cruiser kamu. Aku memarkirkan mobilku di sebelah mobilmu.

“Ah shit, parkir paralel lagi”, umpatku. Kamu tahu, aku paling benci parkir paralel.

Dug. Spion ku menabrak spionmu, mengubah posisi spion mobil kamu yang terlihat janggal. Aku turun dari mobil. Menatap spion kiri mobilmu. ‘ Biar menjadi kejutan untukmu’, aku melenggang masuk ke dalam restoran itu.

“Selamat datang Bu Inka”

Aku mengernyit, ini terlalu detail. Bahkan nama pun disebut.

Aku melangkahkan diri ke ruang makan utama, dengan kelopak mawar putih yang bertebaran menuntun aku ke tempat yang kamu tuju. ‘Disinilah kamu akan memberikan cincin itu?’

Lorong ini terasa begitu panjang, hak pada heels ku berbunyi kencang seiring degup jantungku yang berdegup cepat.

Tok tok tok tok. Dug dug dug dug dug dug. Aku ingin pergi saja dari tempat ini dan kembali ke mobil.

Pintu pun terbuka. Aku melihat kamu memunggungiku, duduk di meja tengah yang sudah disediakan khusus untuk kita berdua. Aku melihat sekitar, dekorasi sama, tapi tidak ada tamu yang lain. Hanya kita berdua, dan beberapa pelayan yang berdiri santun di pinggir. Aku melemparkan senyumku ke mereka. Mereka akan melihat peristiwa paling so sweet di tempat ini sebentar lagi. Aku duduk di depan kamu.

“ Hah? Kok..”, ternyata itu bukan kamu, tetapi orang lain. Dia hanya tersenyum malu. Lalu aku mendengar lantunan piano dan suara merdumu di samping aku, di ujung sana. Kamu dengan pianomu.

Cause it’s a beautiful night,
We’re looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you”
.

Kamu meng-cover lagu ‘Marry You’ dengan indahnya, aku merasa kakiku lemas. Tidak mampu beranjak. Dan kamu menghampiriku, pelan, tapi yang pasti, aku bisa melihat kotak cincin yang disembunyikan di tangan kananmu. Jangan berlutut depan aku. Biar aku yang berdiri, dan menjawab.

“ Inka, I don’t think I wanna marry you. But I definitely wanna marry you. Be mine, my lady”

Aku memelukmu, erat

“ Ah so sweet banget,De. Coba Andri punya cara romantis kayak kamu buat ngelamar kaka”

“Gimana Ka? Sempurna ngga?”, kamu melepas pelan pelukanku dan menyilakan aku kembali duduk

“Bagus adekku sayang, tapi..harus dipoles sedikit ya biar Inka bener-bener terkejut sama ini semua”

“Oke, kita makan dulu ya ka. Ka Andri suruh kesini aja”

“Oke, kaka telepon Andri dulu ya,De”.

“Oh ya, kaka nyenggol spion kiri kamu,De”

“Akh kakaaa!!!”

Ah Ade, kamu sudah besar yah sekarang, sudah mau melamar Inka. Bagaimana pun kamu tetap adek kecilku walau kamu sudah berkeluarga seperti kaka nanti.

26-1-2012, 10:29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s