Martabak Duren

“Howeek..”,Raka menutup mulutnya rapat-rapat,matanya melihat jijik ke tempat di depannya yang aku tuju.
Aku mencibir, dan menyuap pelan potongan ketiga martabak duren air mancur ukuran jumbo kesukaanku. Aku tau aku hanya sanggup makan 4 potong untuk hari ini,dam harus siap membayar nya dengan setengah jam di atas cross trainer besok, tapi yang saat ini aku mau,Raka memakan ini juga, bersamaku.
“Satu aja,dikiiiit…”,aku memohon. Tapi Raka tetap menyibukkan mulutnya dengan mengunyah mie yamin pedas yang sudah dipesan daritadi.
Mata Raka ke arah mangkuk tersebut, berusaha acuh terhadap bujukanku.
“Ogah,aneh rasanya!!”
Aku beringsut di samping Raka, mengambil satu potong lagi martabak duren
“Nyam..Hemmm..enak loh,montongnyaaa…kejunyaaa..wanginyaaa..”,aku mengarahkan makanan super enak ini ke arah mulut Raka, dan dengan kecepatan super wajah Raka dialihkan menjauhkan diri dari aku,dan menggeserkan dirinya menjauhi aku.
Aku merengut, lalu mengunyah sendiri martabak durennya
“Gue kesini cuma nemenin lo aja”,Raka melihatku,dari jarak jauh
“Cicipin aja kek,satu”
“Gue dari dulu ngga suka duren,eneg”
“Ini enak”
Raka melihatku,kesal. Sifat memaksaku membuat kesabaran Raka menipis.
Aku mengalihkan pandangan ke kotak martabak duren sudah di depanku, segan membalas tatapan Raka.
“Ya udah,sini lagi sih,jauh jauh amat duduknya”
Raka bergeser,duduk dekat denganku
“Gitu dong”
Raka kembali menghabiskan mie yaminnya,acuh

***

“Lo dulu suka duren kan,Ka”
“Suka,tapi pure duren,ngga campur ini-itu”
“Hah?Maksudnya?”,aku mengambil lagi satu potong
“Iya,duren ya duren aja.Ngga usah pake es krim,pake tepung martabak,keju,susu”
“Hoo..jadi lo tetep suka wangi nya si duren?”
“Iya”,Raka menyalakan rokoknya,dan mulai menghisapnya,memalingkan muka dariku.Aku benci asap rokok.
“Jadi…sebenernya,lo suka sama wangi nih martabak kaaan?”,aku mengedipkan mata.
Raka mendelik,”iyee..tapi gue ngga mau makan”
“Oooh..”
Raka sudah menghabiskan satu batang rokoknya,dan menghabiskan teh manisnya.
“Kalo gue bisa mencium aromanya aja,tapi tanpa perlu memakannya,it’s okay for me’
Raka melemparkan senyum padaku. Lalu aku beranjak dari bangku.
Cup
Dengan cepat,satu kecupan ke arah Raka aku daratkan ke keningnya
“Oke,lo tetap mencium aroma duren tanpa harus repot mengunyahnya”

Rumah,23:07,tengkurep,ngemil

2 Comments Add yours

  1. Rhein says:

    Boleh kritik ya… maksudnya kata acuh di kalimat itu nggak peduli atau cuek ya? Padahal menurut KBBI, acuh itu artinya peduli atau mengindahkan lho… 🙂 Sering banyak yang terjebak dengan kata ini..

    1. Mba rhein,wahahah..iya,terima kasih sangat revisinya,seneng banget kalo dapet revisi kata seperti ini
      Terima kasih juga ya sudah berkunjung kemari :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s