Kamu Cantik, dengan Caramu

 

FX Lifecenter begitu ramai sore itu, ada beberapa workshop yang menarik perhatianku, tapi kamu terlihat tidak tertarik. Aku mengurungkan niatku, bagiku, bersamamu saat ini adalah yang paling aku inginkan. Setidaknya, hingga satu minggu ke depan, sebelum kamu kembali ke Surabaya, meninggalkanku hanya bersama Mbok Sumi. Aku gandeng erat lagi tanganmu.

“Kamu mau kesana?”, kamu sadar mataku teralihkan ke workshop tentang paper quilling yang sedang dilaksanakan di lobby tengah.

Aku menggelengkan kepalaku ,”Nanti aja, besok bisa”

Kamu tersenyum, “Beneeer?”, kamu tersenyum menggodaku

“Aku kesana, sebentar? Boleh?”, aku tidak bisa berbohong, aku sungguh ingin ke sana.

“Boleh, tapi jangan lama-lama ya, aku masih mau bersama kamu”, aku mencium pipimu dan menuju workshop yang menarik perhatianku.

 

***

 

Setelah shalat magrib, kita memutuskan untuk makan malam di sana. Tapi kamu bilang ada yang mau kamu cari di atas, maka kita menuju ke atas.

“Mau cari apa sih emang? Aku udah lapar”, jujur, aku udah lapar saat itu, sangat.

“Dasi, bantu pilihin ya”, kamu melepas gandengan tanganmu, lalu menelusuri tanganku, kupingku lalu..

“Aaaakh!!!”, aku udah tau banget apa yang mau kamu lakukan saat itu, mengacak – acak rambutku. Aku mencubit lenganmu, tapi tidak sampai.

“ Ngga sampe yah?Sini, aku nunduk”, kamu merunduk sedikit, membiarkan aku mencubit lenganmu. Aku ngambeg.

Aku yang terlalu pendek atau kamu yang terlalu tinggi sih. Dan aku cuma bisa merengut melihat kamu tergelak geli sambil memegang perutmu.

Di salah satu butik kamu berhenti, dan menghadap salah satu mannequin yang memakai dress merah, cantik..

“Cantik..”, dan aku mendengar suara kecil itu darimu, lalu aku berpura –pura tidak peduli, dan mengalihkan pandanganku ke arah lain.

“Pulang yuk, mau makan malam di rumah aja”, kamu menggandeng tanganku lagi, erat.

“Tapi beli cemilan dulu disini, aku lapar” ujarku datar, gandengan tanganmu aku lemaskan.

Aku cemburu

 

***

Aku menuju kamar duluan sebelum kamu.

Lalu aku menatap diriku di cermin.

‘ Apa definisi cantik itu seperti yang tadi ya?’, aku mematut diriku di depan cermin rias, mataku menelusuri seluruh tubuhku yang tidak berlekuk. Gendut. Aku jadi benci diriku, dan merasa rendah diri.

Aku membuka lemari pakaian lama peninggalan Mama. Dan membongkarnya. Aku mengambil satu baju terusan yang sangat anggun dan mengenakannya.

‘Tidak muat’, baju itu tertahan di lingkar dadaku, sempit. Aku mulai menangis, dan kesal terhadap diriku sendiri.

Aku tidak bisa menjadi apa yang kamu inginkan ternyata.

Dan ternyata kamu sudah ada di depan pintu.

“Kamu ngapain?”, kamu menatapku heran dan melihat banyak pakaian berserakan di lantai. Kamu mendatangiku dan duduk di tempat tidur, aku duduk di sampingmu. Aku sudah melepaskan pakaian tadi, dan aku yakin ada sedikit jahitan robek di pakaian tadi.

Kamu melihat sekeliling, lalu memandangku.

“ Kamu sudah cantik dengan caramu,Sayang, tidak perlu meniru seseorang atau siapa pun”, kamu membantu membereskan pakaian tadi.

‘ Tapi kau melihat mannequin tadi dan bergumam cantik’, ujarku dalam hati.

“Oh yang tadi ya, haha..”, kamu seperti membaca fikiranku, apa benar ini yang namanya ikatan?

Dan kamu menjawil hidung mungilku, “ Kamu tidak perlu menjadi Mama untuk bisa cantik. Kamu udah cantik menurut Papa, dan akan selalu cantik di mata Papa, mengerti kamu?”, kamu memasang tampang galak, aku tahu, kamu berpura – pura.

Aku tersenyum dan memelukmu.

“Udah, makan yuk. Cengeng ah gitu aja nangis”, kita keluar dari ruangan itu dan makan malam bersama.

Almarhum mama cantik, kurus, tinggi semampai.

Aku gendut, tapi di mata Papa, kita berdua cantik.

“Kamu lagi naksir cowo ya di sekolah kamu. Jadi centil gini suka dandan”, Papa bertanya penuh selidik

“Ngga kok!!”, mukaku bersemu merah

“Masih SD kamu,Sayang, udah naksir – naksiran”, dan Papa tergelak

 

 

Kantor, 11:22

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s