Hasil Akhir Perjuangan

Image

“Anjrit, gedung apa ini?Pelosok banget “, Lia mendekati matanya ke monitor, mencari rute menuju gedung pernikahan sahabatnya  nanti malam dengan menggunakan peta dari Google.

Dibuka lagi New Tab pada browsernya, dan melihat seorang aktivis kaskus yang mempunyai thread seru dan informatif tentang seluruh rute bus Mayasari Bhakti. Dibaca dengan detail rute yang memungkinkan melewati gedung itu .’Asli loh ngga ada. Sakiiit!!’, Lia menuruni tangga rumahnya, mandi dan  bersiap – siap. Yang kuat niat dulu, kesananya mau kayak gimana tinggal usaha dia sama bantuan yang di atas. Dalam hati mengutuk ke diri sendiri kenapa lebih terima belajar sepeda dibandingkan motor dan mobil. Boro-boro, sepeda roda dua aja masih suka jatuh kehilangan keseimbangan.

Matanya sudah sibuk dengan selulernya, menyebarkan SMS, Whatsapp, dan semua social chat lainnya untuk bertanya tentang jalan tersebut. Tidak ada yang tahu. Usahanya sudah sampai berselancar ke dunia maya selama lebih dari tiga jam untuk menemukan alamat tersebut. Nihil.

‘Jahat lo semua pada batalin dateng bareng’, disebarkan pesan itu ke tiga temannya yang mendadak membatalkan hari itu juga’. Dan tidak ada yang membalas, karena takut, atau bingung bales apa.

Mata Lia tertuju lagi pada undangan indah di  meja kamarnya. Dengan inisial S & R yang indah dengan tinta emas, dan foto mereka berdua dengan efek Vivid yang sendu tapi..romantis. Lia tersenyum membayangkan kedua sahabatnya saat  ini sedang anggun dan gagahnya di depan pelaminan. Meng-halal-kan  hubungan mereka sebagai muhrim.

Niatnya kuat untuk dateng. Lia akhirnya menemukan pilihan terakhir, dihubungi nya seseorang

“Bisa anterin gue sekarang? Gue tunggu satu jam”, Lia tersenyum dan menunggu sabar di depan, menunggu pengagum abadinya datang menjemput ke rumah. Tidak pernah ada kata penolakan dari apa yang Lia minta, apalagi ini.

***

Di Gedung Balawan

Ketiga sahabat Lia sudah berkumpul dan bercengkrama di pernikahan kedua sahabatnya

“Gue yakin dia pasti milih tidur”

“Taksi paling”

“Ngga mungkin, rumah dia ujung berung, taksi bisa abis setengah juta sama dia doang”

“Yah kita lihat aja perjuangan Lia yang ngga pernah  bisa naik transportasi umum itu”, Via menyesap minuman bersoda nya, pelan

“Gue tau, paling minta tolong Parjo”

“Hah? Sopir tetangganya dia yang fetish banget sama Lia itu?”

“Lihat aja ntar”

Dan ketiganya tergelak  hingga sakit perut. Tidak sabar melihat Lia datang bersama ‘partner’nya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s