Miss You with All My Heart

Reepicheep: [Mengarahkan pedangnya ke tenggorokan Prince Caspian] Pilihlah kata-kata terakhirmu secara hati – hati, Telmarine!!
Raja Caspian, dahulu masih Pangeran Caspian: Kamu adalah seekor tikus!
Reepicheep: [menghela nafas] Aku sebenarnya berharap untuk sesuatu yang sedikit lebih orisinal.

Raja Caspian tersenyum sendiri mengingat pertemuan pertamanya dengan Reepicheep yang kurang begitu berkesan.

“Ada apa, Yang Mulia”, Reepicheep mendekati Raja Caspian

“Tidak, saya hanya mengingatmu waktu kau menyergapku sampai ku terjatuh”

Reepicheep salah tingkah, sibuk mengelus ekor panjangnya

“Maafkan saya,Yang Mulia”

Raja Caspian tergelak

“Haha..tidak apa-apa, itu lucu sekali”

Raja Caspian menatap laut, tempat Asan muncul dan menghilang, datang pada saat yang sangat tepat. Menimbulkan kerinduan bagi yang pernah bertemu dengannya, bagi yang selalu percaya padanya.

“Mari ikut dengan saya, Reepicheep”, Raja Caspian beranjak dari balkon istana dan berjalan keluar. Beberapa penjaga satyr mengikuti dan menjaganya, tapi dicegah oleh Raja Caspian dengan santun.

“Biar saya pergi bersama Reepichep dan Destrier”

Pengawal Raja sudah menyediakan Destrier, kuda kesayangan Raja sebelum ia masih menjadi Pangeran.

“Hai, Destrier, kita akan menuju suatu tempat, persiapkan tenagamu”, Raja Caspian menepuk punggung Destrier dan menungganginya, Reepicheep duduk di belakang Raja.

 “Yang Mulia mau kemana?”, Reepicheep memegangi jubah sang Raja, Destrier terlalu bersemangat hingga Reepicheep tidak bisa berdiri dengan gagahnya di atas punggung Destrier.

Ketiganya tiba di satu tempat yang sangat familier. Caspian menuruni Destrier dan memandangi tempat itu. Masih sama, dan masih tegak berdiri. Daun – daun berguguran, musim gugur sudah mulai tiba. Reepicheep menuruni Destrier dan berjalan menuju tempat tersebut.

Lantern Waste

 

“Apakah Yang Mulia merindukan mereka?”, Raja Caspian mendekati lampu jalan tersebut, mengikuti Reepicheep.

Iya, aku merindukan kalian, merindukan kamu, Ratu Susan

Raja Caspian lalu maju menembus daun-daun cemara yang saling merapat berdekatan, ia ingat ketika Raja Edmund pernah bercerita kepadanya darimana mereka pertama kali datang.

Kosong

Dan seterusnya, Caspian tidak menemukan apa-apa disana, hanya pepohonan yang berpihak kepada Asan yang merapat, perlahan mereka bergeser menjauh, memberikan ruangan yang cukup untuk Raja agar bisa berjalan leluasa.

“Aku merindukan Ratu Susan”, Caspian bergumam pelan, Reepicheep mendengar, dalam hatinya ia mengakui betapa cantiknya Ratu Susan, wajar kalau sang Raja jatuh cinta dan sulit melupakan Ratu Susan.

Caspian mengingat lagi bagaimana saat mereka bertemu, dan paling sakit saat mereka mengingat bagaimana mereka berpisah.

[Pevensie bersaudara bersiap-siap meninggalkan Narnia]
Pangeran Caspian : Saya berharap kita masih punya waktu yang lebih banyak untuk bersama.
Ratu Susan Pevensie: Tapi tetap, kita tidak akan pernah berhasil. 
Pangeran Caspian: Kenapa tidak? 
Ratu Susan Pevensie: Well, Saya 1300 tahun lebih tua darimu

Raja Caspian terduduk di salah satu pohon besar, beberapa naiad muncul dari sungai dan melantunkan lagu untuk menyambut kedatangan sang Raja. Ilka, naiad yang terbijak, mengetahui suasana hati sang Raja, dan melantunkan lagu sendu. Raja Caspian semakin tersiksa, rindunya semakin bertambah.

Aku rela, menuju duniamu, dan tinggal disana, selama aku bersama kamu

Aku rela, melepaskan semua perangkat Kerajaan ini, agar aku bisa hidup di London bersamamu

Aku merindukanmu, Susan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s