Iya,Pasti Bertemu Lagi!

Ting

Kesha menekan tombol lift terbuka nya,lama

“Terima kasih ya,Mbak”, seorang lelaki tergopoh masuk ke lift.

“Sama-sama,Mas”, Kesha membiarkan lift tertutup, hanya mereka berdua disana karena kantor masih pagi

Lelaki tersebut memunggungi Kesha, tas yang dibawanya melebihi panjang punggungnya

“Mas, ada yang kebuka tasnya”

Lelaki itu menengok ke belakang,mencari bagian yang terbuka

“Haha..jauh Mas, di bagian bawah, sini gue bantu”, Kesha membantu menutup resleting tas besar lelaki itu yang sangat besar, dan berat

Lelaki itu berbalik dan menyenderkan badannya ke samping lift

“Makasih ya, berat banget kalo gue harus nurunin sama ngegembol lagi”, lelaki tersebut tergelak juga

“Gede amat tuh tas lagian juga”

Lelaki tersebut menggaruk – garuk kepalanya, salah tingkah

“Abis ini gue mau naik soalnya”

“Oh ya?Ke?”

“Tripel S”

“Oh, Sindoro Sumbing Slamet”

“He eh”

Satu karyawan masuk ke lift menuju lantai tempat kerja Kesha di lantai 18, entah mengapa dari lantai 1 sampai 17 terasa begitu lama. Karena malu, Kesha hanya melihat wajahnya sekilas, beberapa detik sadar bahwa wajah lelaki itu boleh juga, Kesha yang sekarang salah tingkah, dan mulai melihat penampilannya, khawatir pagi ini masih muka bantal apa tidak.

“Di bagian apa,Mbak?”

“Engh..itu..apa namanya..HR Mas”, Kesha salah tingkah, daritadi sibuk membenarkan rok lipitnya

“Oh”

Ting..

Lantai 15, seorang ibu memasuki lift dan menekan tombol lantai 22, lantai yang sama seperti lelaki itu

“Oh ya, meeting poinnya nanti dimana,Mas?”

“Biasa, stasiun Senen, malem”

“Oh..”

16

17

18

Ting

Yah, udah sampe aja sih

“Duluan ya Mas..”

“Gani, nama gue Gani,Lo?”

“Kesha”

Kesha melambatkan langkahnya keluar dari lift, masih ingin mengobrol banyak sama Gani karena..

“Kesha”

Kesha menengok ke arah lift, dilihatnya Gani menahan tombol agar pintu lift tetap terbuka

“Apa,Gan?”

Tuker kartu nama, plis.Lo keluar dari pintu lift, kan udah biasa naik gunung, lo ke tempat lo pake tangga darurat

“Lo suka naik gunung ngga?”

Kesha berpikir sebentar,

“Ngga, gue anti panas-panasan. Dah..”

Dan Kesha hanya mendengar oh kecewa dari Gani dan dilihatnya pintu lift mulai menutup

Kesha memasuki kantor, masih terlalu pagi. Selalu kepagian seperti ini.

***

Kesha mengeluarkan selulernya dan mulai mengajak chat salah satu Srikandi yang pasti sudah bangun pagi ini

 

‘Sisteeer, ada cowo lucu tadi!!’
‘Dimana?’
‘Ketemu di lift
Dan..’
‘Apa?Apa?Apa?’
‘Kita pasti ketemu lagi!!’
‘Yakin?’
‘Pasti!! Ah harus dandan gue ini sih, ngga boleh ngga!!’
‘Centil lo ke gunung aja dandan!!’
“Kerilnya 100 L cin!!’
‘Haha’
‘Hahah..udah ah, kita rumpiin lagi disana ya, sama Srikandi yang lainnya’

 

Kesha tersenyum dan menghempaskan diri ke bangku kerja. Di belakang kursi nya sudah ada keril 40 L yang sudah dipersiapkan dari Minggu lalu, yang akan ia bawa nanti malam. Sama, ia dan 4 Srikandi lainnya juga akan berpetualang ke Sindoro, Sumbing, Slamet dengan meeting point yang stasiun Senen.

 

Ah Gani, kita sih akan ketemu lagi nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s