Aku sang Madu

Aku menatap jam tangan yang kukenakan, yah..kamu tahu,pemberian darimu.

‘Kamu dimana sih,Sayang?’

Semakin gelisah melihat jarum jam sudah ke arah sepuluh.

Aku kembali mematut diriku di cermin rias yang besar, melihat penampilanku lagi.  Memunggungi cermin lalu kulihat bagian belakang diriku.

Seksi

Sengaja kupersiapkan dari  minggu lalu, long backless dress fuchsia, yang selalu aku nantikan dapat memakainya di hari ini. . . Hari spesial kita, anniversary pertama hubungan kita. Aku terduduk, mengecek lagi perhiasan yang sudah aku kenakan. Sampai saat ini aku belum tahu kamu mau membawa aku kemana. Rahasia. Itu katamu, sambil mengedipkan mata.

Aku merapikan sanggulan sederhana, mengecek bagian belakang rambutku, semoga tidak ada cela. Aku ngga mau kamu  kecewa dengan penampilanku malam ini. Kamu  harus terpesona.

***

Jam 22:30

Aku sudah merasa tidak tenang, setengah jam berlalu.

Tidak tahan lagi, aku mereraih ponselku dan mulai menghubungimu

“Halo, kamu lagi dimana sih?!?!?!”, aku emosi tiba-tiba

“‘Oh iya, baik Pak. Saya akan mengirimkan laporannya malam ini juga. Selamat Malam,Pak”, kamu berbisik dan terburu-buru menghentikan percakapan yang tidak menjawab pertanyaanku tadi.

Aku terkejut. ‘Kamu masih sama dia jam segini?’

Aku melepas sanggulanku, membiarkan rambut panjangku terurai. Aku membersihkan make-up ku. . Malam ini, semuanya batal. Aku yakin kamu ngga akan datang.

Kamu pasti  masih lama bersama istrimu’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s