Datang Untukmu

“Arka, dengerin aku”, Sabika duduk di sebelah Arka. Busway malam ini begitu sepi penumpang, mungkin karena sudah malam sudah terlalu larut.

Arka hanya terdiam, dirinya sibuk memandang jalan di kaca seberangnya. Sembariย  matanya melihat sekeliling, hanya ada beberapa karyawan kantor dengan wajah lesu, seorang ibu yang sedang tidur sambil memegang buah hatinya yang lelap tertidur, dan beberapa tukang yang tengah bercengkrama.

“Aku..tahu..kamu marah sama aku. Tapi aku bisa jelasin kenapa aku pergi tapi..ngga jujur sama kamu”, Sabika mulai menangis. Arka hanya menatapnya, tajam, hening.

“Tolong bicara, aku nanti akan jelasin semuanya. Semuanya, Arka”

Arka memejamkan matanya, tangisannya terlalu pilu untuk didengarkan. Tidak ada lagi yang harus dijelaskan, baginya, apa yang Sabika lakukan sudah lalu. Dan Sabika sendiri yang harus menanggung akibatnya.

Arka menundukkan kepalanya. Dan seketika Sabika menggenggam tangannya, erat. Tangan yang dingin. Arka tidak membalas menggenggam. Bukan, bukan marah sampai mendendam yang saat ini Arka rasakan, tapi merupakan kesedihan yang mendalam.

Kamu harusnya tahu, semuanya sudah terlambat, Sabika’

Halte Pinang Ranti, Arka turun bersama penumpang lainnya. Sabika mengikutinya dari belakang, berjalan pelan. Bisikan ‘dengarkan aku’ semakin menganggu Arka.

“Kamu bisa ngga ganggu aku lagi,Sabika? Tolong..”, Arka membalikkan badannya, langkah Sabika terhenti dan terkejut.

Sabika menggelengkan kepalanya pelan, “Aku ngga mau ganggu kamu, aku cuma..”

“Jangan ikuti aku, aku lelah, akuย  mau istirahat”

Sabika tersenyum, Arka masih bisa melihat bulir air matanya walau malam itu cukup gelap.

“Aku akan kembali besok, sampai kamu mau mendengar semuanya”

Arka berbalik, memunggungi Sabika yang perlahan menjauhinya. Arka enggan mengantarnya, baginya, Sabika malam ini yang menjaga perjalanan pulangnya.

Arka menahan nafas sesaknya, air matanya terbendung dalam-dalam.

‘Harusnya kamu yang mendengarkan aku,Sabika. Jangan berangkat kesana, dengan bus itu. Semuanya terlambat, kamu sudah tidak ada’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s