Kotak Kenangan

Hasil Duet maut di proyek #20HariNulisDuet dengan @IchyFitri , untuk challenge ini saaaangat lancar, heuheu. Light plot

 

Waktu yang ditunggu-tunggu beberapa hari terakhir ini hampir tiba. Saatnya bersih-bersih sebelum pergi meninggalkannya. Meninggalkan rumah yang penuh kenangan seumur hidup. Rumah yang telah ditinggali sejak aku lahir hingga aku akan menikah ini. 

Saat bersih-bersih membereskan barang-barangku di kamar, mataku terpaku pada sebuah kotak di bawah tempat tidurku. Kotak yang terletak di pojok. Aku sendiri pun sudah lupa apa isi kotak itu. Sepertinya sudah sangat lama aku tidak melihatnya. Sudah berapa lama aku tidak membereskan kolong tempat tidurku? Apa aku yang tidak pernah memperhatikannya? Segera saja kuambil kotak itu, daripada aku semakin penasaran dengan isinya.
    Kenangan beberapa tahun lalu muncul kembali dibenakku setelah membuka kotak itu. Kenangan bersama seseorang yang pernah kusebut sahabat. Seseorang yang selama lima tahun terakhir ini tidak berkomunikasi lagi denganku. Semenjak kejadian itu.

***

Di rumah, 5 tahun lalu
“Udah sih berhenti ngerokoknya”, aku merajuk, melihat Sara, sahabat kecilku lagi-lagi menyesap rokoknya.
“Haha..sebelum gue nikah , tenang aja”, Sara menyesap rokoknya, dalam, menikmati setiap nikotin yang akan menggerogoti paru-parunya.
“Calon lo tuh orang bener,ngga ngerokok, ngga minum, ingat haditsnya, Lelaki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik dan sebaliknya”, aku berkata sambil membetulkan jarum pentul di jilbabku. Abis puntung terakhinya ada dan Sara akan pergi.
“Hihi..Iya sayang”, Sara membuang puntungnya yang masih panjang.
“Udah yuk pergi. Keburu panas”
Dan kita pun beranjak, menuju tempat dimana kita bisa lebih terbuka, kadang suka ada rahasia tersingkap disini, yang enggan dikatakan di rumah, di kampus, kantor, bahkan hanya sekedar lewat BBM. Di tempat ini, kita akan jauh lebih mengenal diri masing-masing, tangis, tawa, pernah benci, namun tak pernah mendendam.
Dan kita akan menuju kesana, sampai akhirnya kita tahu, kita tidak seharusnya kesana, tidak seharusnya aku tahu rahasianya. Dan..tidak seharusnya kita menjadi dendam.

Akhirnya aku telah membuatkan tekad untuk memberitahu Sara. Aku tahu aku sangat jahat.  Tetapi perasaan ini muncul begitu saja. Seiring berjalannya waktu ketika ia mulai menceritakan keluh kesahnya tentang Sara.

“Sar, gue mau ngomong” ujarku ragu. Aku tidak yakin keputusanku ini benar atau tidak.

“Bentar, sebelum lo ngomong, gue duluan yang ngomong. Gue mau putus dari Lukman. Gue udah jadian sama Riko enam bulan ini. Selama ini gue ngerahasiain dari lo. ”, Sara berbicara dengan santai seakan-akan itu hal kecil.

“Apa? Lo kok tega sih sama Lukman? Gue pikir lo udah berubah dengan mendapatkan calon yang bener!” Aku benar-benar marah dengan rahasia yang dipendam Sara selama ini. Aku tidak rela seseorang yang diam-diam kucintai dipermainkan begitu saja, walaupun itu oleh sahabat kecilku.

Sara tersenyum, sinis.
“Lo ngga pernah tau proses kenapa ini terjadi. Lo cuma tau sekarang, hasilnya”
“Gue..ngga perlu tau apa-apa lagi,Sar”, aku, berusaha menahan tangisku.

 Mungkin benar kata orang, jika cinta yang berbicara, seolah terlupakan lah semuanya. Saat itu aku benar-benar marah, kecewa, kemudian akhirnya dendam. Namun disisi lain aku senang, ada bukan aku yang terlihat jahat. Aku pun tidak jadi memberitahu Sara tentang perasaanku. Emosiku penuh amarah akan sikap Sara. Hari itu merupakan hari yang tidak terlupakan buat kami. Persahabatan kami sekian tahun menjadi sia-sia.

“Tinggalin gue, Sar”, aku menahan air mata, pedih rasanya melihat sikap dia yang seperti itu. Sosok wanita yang dalam jiwa keras kepala,terkadang rebel, tapi aku sayangi. Selama 18 tahun kita bersahabat. Sosok yang dapat mengimbangi sifat aku yang terlalu melankolis.
Sara meninggalkanku tanpa kata. Mungkin benar, lebih baik meninggalkan tanpa kata daripada kita beradu debat lalu pergi tanpa amarah, meninggalkan dendam. Bukan, bukan dendam ternyata yang saat ini kurasa, kecewa.

***
Sekarang.

Aku lelah, membereskan seluruh ruangan sendiri, aku menghempaskan badanku ke sofa kecil dan mengadapkanku pada layar laptop.
Aku menemukannya, selalu, bahkan sudah lama. Melihat foto dia, memantau semua akun jejaring dia. Semua aku lakukan dari luar.
Aku kecewa, bukan mendendam.
Tapi ini akan menjadi hari besarku, apa rasanya kalau aku sudah punya cinta sejati nantinya tapi masih ada ganjalan dihati hanya karena luka lama?

Apa elo melakukan seperti yang gue lakuin,Sar? Memantau elo dari kejauhan, menatap rumah lama lo dengan rasa rindu, menangis di tiap  malam karena tidak ada teman berbagi cerita lagi sebelum tidur? Apa elo tahu sebenarnya maaf itu sudah ada bahkan tanpa lo sadar?
Aku menutup laptopku dan meraih ponselku. Menekan nomernya, yang aku yakin tidak akan pernah ganti.
089990213678 Calling….
End Call
“Hhhh…”, aku tidak bisa melakukannya. Sama sekali. Ada rasa kecewa, rindu akan sahabat atau kecewa?Mana yang lebih besar persentase perasaannya, aku tidak bisa menentukan rasa ini.
Aku tidak menghubungi Sara. Tidak akan pernah.

Aku berjalan menuju balkon, kegiatan yang selalu sama lagi-lagi setiap harinya. Menatap rumahnya yang tidak jauh, mengira apakah di dalam rumah kosong itu ada Sara. Selalu sama, tapi aku tidak pernah mau datang.
Air mataku jatuh, mungkin ini akan jadi pernikahanku tanpa sahabat.
“Anis!!”
Aku mendengar suara itu samar, tertahan, tapi aku mendengar.

Dan aku sedang melihat Sara menatapku di jalan itu. Dia datang.

 

 

3 Comments Add yours

  1. ichyfitri says:

    Reblogged this on Ichyfitri's Blog and commented:
    Baru kali ini nulis cerita duet sampai selesai..hahaha… nice story far..yuk kapan2 lagi 😀
    Challange yang ini ga terlalu susah..soalnya tentang kenangan *gaya* :p

    1. Ngga apa-apa,kita inisiatif aja bikin dengan tema yang kita tentuin, kayak elo sama 12 temen lo itu chy
      Haha, biar blog kita aktif :p

      1. ichyfitri says:

        tau nih,,yg #SCA itu juga lama ga aktif..hahahaha…yuk kapan? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s