Sebulan Lagi

Ada waktunya, Sayang
Kamu hanya cukup menunggu untuk keluar, nanti

 

“ Ya ampun beraninya..”

“ Ngga tau malu..”

“Kasihan..”

“Sabar ya, Carla”

“ Hai, Cantik”

Igo menyentuh pundak Carla, lembut. Carla menengok ke arah belakang, Igo tersenyum

“ Gimana rasanya? Enak?”

Carla mengernyitkan alisnya, menahan emosi, lalu berbalik ke kelasnya, pelajaran Kimia pasti akan dimulai karena Carla melihat  sosok ibu Tari turun dari ruang guru.

Carla sendiri. Saat ini duduk sendiri. Tidak ada lagi Besta yang menemaninya, yang selalu menyambut ia dengan satu kotak makan sarapan paginya, yang selalu mau berbagi dengan Carla

‘Besta, aku kangen sama kamu, sangat’

Tidak ada bahan dari Ibu Tari yang masuk ke otak Carla saat itu.

Semuanya akan berbeda, teman-temannya, gurunya, tapi ia harus bertahan, karena ujian tinggal satu bulan lagi. Ia tidak akan mau keluar. Biar nanti, ia mengubur kenangan lamanya di dunia kampus nanti, ia bisa mengambil di luar Jawa, luar negeri kalau bisa, biar tidak ada yang tahu cerita sesungguhnya.

 

Jam istirahat pertama berbunyi, Carla keluar sendiri. Beberapa adik kelas menatapnya lebih lama, Carla jengah, lalu kembali masuk ke kelas. Tidak ada ajakan ramah, atau sapaan basa-basi dari adik kelasnya atau teman sekelasnya. Kemana Carla yang dulu dianggap sebagai inspirator atas kritisnya dalam mengemukakan pendapat dan mengomentari kebijakan sekolah ini? Yang membuat ia dipandang secara segan oleh semuanya? Karena kesalah itu, Carla harus menanggung semuanya.

Sekotak bekal warna kuning cerah diletakkan di meja Carla.

“ Buat kamu”, ada suara Besta di situ,yang sudah tidak satu kelas lagi dengannya, lebih tepatnya, memaksa untuk pindah kelas.

Carla tersenyum, sungguh, saat ini yang ia inginkan adalah memeluk sahabatnya tersebut. Sahabat dari sekolah dasar, yang selalu tersenyum ramah. Sampai kejadian itu, dan  dia memilih untuk pindah kelas.

“Terima kasih”, Carla duduk, dan Besta duduk di sebelahnya. Carla menatapnya, dan Besta menunduk dan memuntir rok panjangnya seakan gelisah, entah sudah keheningan ke berapa menit, Besta dan Carla hanya bungkam.

“Aku kangen kamu!!”, Carla memeluk Besta, tidak tahan dengan aksi diam mereka selama sebulan ini.

“Maafin aku, aku malah ninggalin kamu. Maaf..”, Besta menangis, menumpahkan semuanya. Dekapan mereka semakin erat.

Keduanya tenang, dan mulai membuka kotak makanan mereka.

“Aku harusnya di sisi kamu karena kejadian ini, bukan meninggalkan kamu. Aku..aku…hanya takut..”

“Ngga apa-apa, aku udah maafi kamu, biarkan semua orang membicarakanku, biarkan semua menjelekanku, yang penting sekolah tidak mengeluarkanku, kebijakan terbaik dari mereka. Sebulan lagi, dan semua selesai”

“Dan karena kejadian itu, Raka yang dikeluarin, bukan kamu”,

Besta memeluk Carla, lagi “Carla, kamu sahabat terkuat yang pernah kutemui”

“Makannya kapan?”

“Haha..ayok ah. Eh makan kamu harus banyak, biar bayi di kandunganmu ngga kelaparan ya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s