Payung Ungu Amela

#FFHore hari ke-3? cerita Anak? Siapa taaakut?!?! *pose jumawa*

 

Musim hujan, namun beberapa murid masih semangat belajar. Musim hujan, saat yang seru untuk memamerkan jas hujan, dan payung mereka. Tapi tidak bagi Hanifa. Selama lebih dari 6 bulan Hanifa, dan bertahun-tahun yang lalu, payungnya tidak pernah berganti, payung bercorak ABRI yang sudah berumur lebih dari 10 tahun kepunyaan almarhum ayah Hanifa. Tidak ada payung lain dengan corak lucu dan imut, tidak, Hanifa akan tetap memakai benda itu sampai kapanpun.

Payung Ungu kepunyaan Amela, mengundang banyak kekaguman teman sekelasnya di V B pagi itu, dengan bentuk hati dan berwarna ungu transparan, sontak ketika Amela masuk ke dalam kelas dan menjemur payungnya bersama puluhan payung yang lain, Hanifa dan teman-temannyaterkejut. Payung itu sangat indah.

Amela duduk di samping Hanifa dan tersenyum malu, Amela datang terlambat Senin itu.

“Aku terlambat”, sambil sibuk mengeluarkan peralatan tulisnya

“Payung kamu bagus banget”, Hanifa tidak kuasa menahan rasa iri terhadap sahabatnya. Amela merangkul pundak Hanifa erat, “itu cuma payung”. Lama mereka terdiam, “Hanifa, getuk lindri pesanan mamaku dibawa,kan?”. Hanifa mengangguk riang, “pasti dong!!”

***

“Nduk, payung itu kan masih  bagus. Buat opo toh?”, Ibu sibuk mempersiapkan getuk lindri yang akan dibawa Hanifa besok pagi, yang akan dijual di kantin sekolah, atau dijual keliling sambil Hanifa berjalan pulang sekolah.

Hanifa terdiam. Benar, hasil dari berjualan getuk lindri untuk bisa makan tiga kali sehari saja sudah bersyukur. Apalagi kalau Mama Amela memesan banyak untuk acara pengajian setiap bulannya, waktu dimana Hanifa, Ibu,dan Adik bisa menikmati ayam bakar kesukaan Hanifa. Payung baru, akan menjadi urutan kesekian.

Hanifa bersiap tidur. Namun bayangan Amela yang cantik memegang payung ungu transparan bentuk hati sangat mengganggu hatinya. Ia sangat ingin memilikinya, lebih dari payung-payung yang ada di depan kelasnya.

***

“Payung aku hilang”, Amela mendatangi Hanifa yang baru saja les privat oleh Pak Karno di ruang guru, Hanifa sedang berberes-beres di kantin Mpok Suni, ia ingat, masih ada payung Hanifa dan payung cantik Amela.

“Terus..?”, Hanifa melihat raut wajah Amela yang sedih.

“Aku ngga bisa pulang, Pak Adi ngga bisa jemput aku”. Hujan sangat deras, walau Amela bisa menggunakan angkot, namun kalau tidak memakai payung hampir tidak mungkin.

“Aku anter kamu pulang yah”, Hanifa menawarkan payungnya dan mengantarkan Amela sampai rumahnya. Sepanjang perjalanan Amel sibuk berceloteh riang, tidak mempermasalahkan payung tersebut, namun karena takut tidak bisa pulang cepat, tapi Hanifa tahu kalau Amel senang Hanifa bisa menemani perjalanannya.

***

“Ini apa?”, Tanya Hanifa, yang melihat satu amplop besar di mejanya dan bungkus panjang yang cantik

“Buka dooong”, sambut Amela antusias, wajah sahabatnya sungguh ceria pagi itu

“Ya ampun..”. Hanifa mendapatkan uang yang jumlahnya besar, dan juga payung ungu transparan cantik yang sangat ia inginkan dari dulu. Air matanya hampir menetes.

“Mama bilang terima kasih sama kamu, dia senang aku punya sahabat seperti kamu. Mama pesan getuk lindri lagi yang baaanyak,kayaknya Ibu kamu harus bergadang nih. Hehe..Kalau payung ini, aku memang punya dua, dan satu mau aku kasih ke kamu, tadinya biar kita kembaran. Tapi..ngga apa-apa, aku udah ada payung Pucca yang baru, ini buat kamu aja”

Hanifa tidak dapat berkata apa-apa

“Aku senang punya sahabat sepertimu, Hanifa”, lanjut Amela, tulus

***

Di perjalanan pulang, hati Hanifa tidak tenang. Bukan karena amplop yang berisi sejumlah uang yang besar yang akan ia berikan ke Ibu. Hal ini pasti akan menyenangkan Ibu. Hanifa merasa mengkhianati persahabatannya dengan Amela. Hatinya tidak tenang. Ia berjalan lambat, menenteng payung ungu transparan bentuk hati pemberian Amela pagi tadi

“Sekarang aku punya dua payung ini ..”

 

15 Comments Add yours

  1. yaaahh Hanifa jangan mencuri dong 😦 nanti Amel ga percaya lagi loh 😥

    1. hanifa nya menyesal,tapi semuanya udah terlambat 😦

  2. Hanifanya jahat..
    Aku gak mau lagi temenan ama hanifa…

    1. Jangaaan..aku khilaf, nih aku balikin payungnya, aku menyesal…

    1. @mbak vika, ih mbak vika iiiih :p
      @’Ne, wahyu, eblossomandbatman, estipilami, Hanifa nya khilaf,mudah2an ngga di ulangi lagi ya
      @Amela, waaah namanya Amela juga, what a coincidence

      @all, terima kasih iya sudah kunjung 🙂

  3. 'Ne says:

    yah.. seandainya Hanifa tetap sabar dan tidak iri.. 😦

    persahabatan dan kepercayaan dikorbankan..

    salam 🙂

  4. Lho..Hanifa kok gitu? 😦

  5. ~Amela~ says:

    waah amela baik sekaliii *ngerasa aneh* *jadi kayak muji diri sendiri*

  6. 🙂 baguuuussss. kasian hanifa, besok jangan nakal lagi yaa.

  7. estipilami says:

    Gpp Hanifa, tapi jangan diulangin lagi, ya. Kasian Amela-nya :’)

  8. @aiyuubunda says:

    Amela, maafin Hanifa yaa…

    1. amelanya baik, pasti maafin
      forgiven, not forgotten 😀

  9. ade ragil says:

    mau payung ini, ada yg jual ga yah? berapaan?

    1. wah maaf, saya hanya masukin gambar itu untuk ilustrasi cerita, bukan untuk jualan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s