Kisah kupu-kupu yang lucu

Challenge #FFHore adalah Fabel, uwaaaah!!! Oke, cekidot!!!

 

Aku terbangun lagi dari tidurku. Krrr..Lagi – lagi perutku berbunyi, kencang sekali. ‘ Aku harus makan lagi’, batinku. Aku mulai berjalan ke daun di sisi kanan, yang masih rimbun.

“Pagi Wormiiii…”, sapa Paman Soldie, sang semut pekerja yang mulai sibuk mengangkat sisa makanan yang belum selesai dihabiskan oleh Araina malam itu.

“Hai..”, sapaku ceria, namun aku mulai berjuang menaiki tiap batang tumbuhan ini, untuk sarapan.

“Kayaknya sudah waktunya deh”, sahut Soldie, lagi. Sekarang dirinya sibuk mengangkat remah nasi yang tertinggal di atas meja.  Aku kagum dengan kekuatan semut, yang dapat mengangkat  berat jauh dari bobot tubuhnya. Aku? Mengangkat diriku aja susah payah.

Aku sibuk lagi memakan dedaunan yang sangat segar pagi itu, yang masih dilapisi oleh embun yang sejuk.  Aku  menunggu kedatangan Araina, gadis cilik yang selalu ingin menyentuhku, beruntunglah Bunda selalu melihat usaha Araina dan mencegahnya, aku tidak mau membuat Araina menderita karena menjadi gatal – gatal karena selalu mencoba menyentuhku.

“Aaaaak…pagi ulet keciiiil”, sapa Araina, mengintip dari jendela kamarnya, dan menunduk ke bawah, tempat aku tinggal.

Ah, Araina’, aku ingin berlari karena aku takut Araina menyentuhku. Sudah sekian kalinya, Araina selalu mencoba menyentuhku. Dengan tubuh berwarna merah-kuning yang sangat mencolok, wajar saja kalau Araina, yang masih kecil belum tahu apa-apa, berusaha memegang aku.

Puk

Aku terkejut!! Tiba – tiba Araina menjulurkan tangannya yang mungil dan menyentuh punggungku. Aku hanya bisa diam, karena aku tidak bisa berontak atau melawan, badanku yang gemuk menghalangiku untuk bisa berlari cepat menghindari tangan Araina. Kalau biasanya Bunda dapat mencegah perbuatan Araina, kali ini, Araina lolos dari perhatian Bunda. Dan Araina tersenyum puas kepadaku.

“Mamaaaa…Araina megang uletnyaaaa!! Empuuuuk!!!”, aku mendengar langkah Araina menjauh dari kamar tidurnya.

***

Malamnya, aku mulai mengantuk. Dan sepertinya bener kata Paman Soldie dan teman-temannya, ini waktuku. Tapi aku masih memikirkan Araina. Tadi sore aku melihat Araina berbaring di tempat tidurnya, jam seharusnya Araina bermain di luar bersama abang Benicio. Aku melihat Bunda juga mengoleskan sesuatu ke seluruh badan Araina.

“Ah, ini pasti gara-gara aku”, kataku kepada Piki si kepik

“Jangan sedih , Wormi. Kan kamu ngga mau nyakitin Araina”, hibur Piki diiringi anggukan Paman Soldie

Dan aku tiba-tiba merasakan kantuk yang amat sangat. Aku tidak ingat apa-apa, yang aku ingat, mulai ada selubung yang menyelimutiku malam itu. Aku mungkin tertidur, dalam waktu yang lama.

Sampai suatu saat..

***

“Pagiiiii!!!”, Araina menyapa lagi. Kali ini pipinya yang gembil sudah bersemu merah, dan badannya sudah tidak bengkak – bengkak lagi. Ada Bunda di belakangnya, tapi Bunda tidak melarang Araina untuk mendekati aku. Aku sudah mulai mengerutkan tubuhku, namun aku sadar, bukan tubuhku yang mengerut, tapi sayapku yang mulai menutup.

Wormi, si ulat gemuk yang berwarna merah-kuning telah bermetamorfosa menjadi kupu – kupu dengan motif bulat kecil berwarna coklat dan warna dasar kuning terang. Aku kaget dengan perubahanku. Aku merasakan badanku lebih ramping pagi ini.

Aku mulai mengepakkan sayapku yang masih kaku, aku belum biasa terbang. Lalu ketika sudah terbiasa dengan sayap baruku ini, aku terbang menuju Araina yang menunggu aku bangun daritadi.

“Aaaaa..Bunda, cantik banget kupu-kupunyaaaa”, Araina mulai meraihku dan berlarian mengejarku tanpa mau menangkapku.

“Pagi Paman Soldie, pagi Piki pagi semuanyaaaa…”, sapaku dari ketinggian.

Aku menyapa Paman Soldie dan teman-temannya, juga Piki. Aku merasa senang dengan perubahan yang aku alami pagi ini. Aku ingat Ibuku pernah berkata  kepadaku sewaktu masih menjadi ulat “ kamu akan mengalami masa dimana kamu akan dijauhi, tapi nanti kamu akan diperhatikan terus – menerus tanpa kamu sadar, hingga akhirnya kamu akan menjadi bentuk yang indah dari dirimu”. Saat ini aku mengerti, aku sempat djauhi pada saat menjadi ulat, tapi pada saat menjadi kepompong pasti ada banyak yang memperhatikanku, lalu aku menyenangkan orang dengan sayapku yang indah ini.

Hup

Aku bertengger di ubun-ubun Araina,dan Araina tertawa senang. Aku mengajaknya bermain dengan kembali bertengger di ujung hidungnya. Lalu, pelan – pelan Araina mengatakan sesuatu kepadaku.

“Kupu – kupu yang cantik, bangunkan aku setiap pagi untuk aku ya”

Aku  Wormi, adalah kupu-kupu yang paling bahagia di dunia, yang bisa menyenangkan manusia.

 

 

 

 

 

Kantor, 19:35

 

 

4 Comments Add yours

  1. Pagi ray yang lucu..#salahfokus

  2. myalizarin says:

    entah kenapa, pas bagian araina-nya megang wormi. geli >.<

    tapi, tulisannya bagus *jempol* 😀

  3. @benny, hahah, kok jadi gue yang lucu -___-”
    @mba aiyu, aku mau komen di blognya ngga bisa 😦 cerita ttg Payung Amela nya sama persis kayak aku yah, what a coincidence loh 🙂
    @mba alizarin,aaa..aku ngga tau nama panggilannya,hihi. tapi terima kasih ya udah kunjung 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s