April Mop!!

 Another Challenge from #FFHore. cekodit!!

 

 

Camp Sequoyah and Comer di Alabama malam itu begitu menyenangkan, api unggun, gemerisik pepohonan dan kicau pelan burung hantu, musik – musik riuh yang dinyanyikan anggota scout yang masih berusia remaja.

“Sudah berapa lama kita tidak pernah bertemu sih?”

“Delapan tahun?”, jawab Cezar, asal.

“Kamu satu tim sama aku di summer camp kemarin”

“Ngaco”

“Loh, ngaco kenapa?”

Delia mendekatkan dirinya ke arah Cezar, bahkan hembusan nafasnya mulai terasa dekat. Mereka bagaikan hanya bertukar udara saja.

“Kamu..tahu..kan?”, Delia membisikkan sesuatu dengan suara yang diberatkan, sensual, Cezar tidak bisa menolak apapun yang ada di hadapannya saat ini. Lalu mereka berciuman dengan hasrat yang seakan itu semua sudah tertahan selama 8 tahun ini. Cezar mulai membuka kancing seragam scout Delia, namun Delia mundur.

Not now”, Delia merapikan rambut ikal burgundinya, dan menjaga jarak di depan Cezar.

Camp ini ngga begitu seru”, Delia mengalihkan topik pembicaraan, salah ia yang membawa Cezar ke tempat ini, harusnya tidak perlu jauh dari api unggun itu.

“Tapi seru kalau ada kamu”, seringai Cezar.

“Hem..”

“Seruan waktu di Camp Orr”, badan Delia menggigil,  mulai merasa kedinginan, ingin rasanya bergegas mendekati api unggun yang sudah terlihat jauh disana. Tidak sadar Delia dan Cezar malah berjalan menjauhi hutan. Tapi navigasi mereka cukup terlatih, mereka sudah bisa mengatur langkah mereka dan mengahapal petunjuk pepohonan disana.

“Missouri? Nyeh..”, mimik Cezar berubah.

“Kenapa? Camp rohani?”, Delia sibuk memainkan tali prusik yang daritadi ada di genggamannya.

Yeah..No drink, no girls. Ergh..”

It’s good for you, then

Delia melihat ke belakang, di area sana mulai sepi, anak-anak peserta camp berumur 9-12 tahun sudah tidak ada disana. Malam sudah terlalu larut, Delia berfikiran lain.

“ Oke, kita bisa melakukannya disini”, Cezar menghentikan langkah, permainan tadi rupanya belum berakhir.

Delia ikut terdiam, menatap Cezar, lalu menciumnya sekilas. “Oke, tapi ikuti langkahku 10 langkah lagi dari sini”.

Delia dan Cezar melangkah bergandengan tangan, sepuluh langkah berikutnya tiba-tiba Cezar terkena sesuatu yang membuat badannya terangkat ke atas. Delia terkejut, dan mundur, badannya bersandar ke satu pepohonan, menatap Cezar.

Cezar berteriak, namun berusaha tidak panik, perangkap tersebut membuat kepala Cezar di bawah dan kakinya terikat dengan perangkap yang berduri. Cezar berada 3 meter di atas tanah.

“Aaargh..Delia, tolong cari bantuan!!”, Cezar berusaha meraih pisau lipat di kantungnya namun sia-sia. Kepalanya mulai panas, merasakan aliran darah mengalir ke kepalanya.

Delia mendekati Cezar, tangannya menggapai ke kepala Cezar, sia-sia.

“Tidak usah, mereka sudah datang”

Siapa? Kenapa bisa secepat itu mereka datang’, Cezar merasakan sesuatu.

Peserta scout tiba-tiba datang dari balik pepohonan, Tangan – tangan kecil mereka menggenggam pemukul kasti, muka mereka penuh semangat.

Where is the pinata??”, Bruce, peserta termuda disana, mencari – cari sesuatu

Delia memberikan tanda kepada seseorang di ujung, dan kepala Cezar kini hanya 1 meter di atas permukaan tanah.

“Apa ini??”, Cezar bertanya kepada Delia yang sudah duduk bersila di depannya. Matanya mulai buram, pusing mulai menyelimuti seluruh ubun-ubun kepalanya.

“ Oke, well.. kita coba flashback dulu 8 tahun yang lalu. Camp  Fleischnann, kamu satu kelompok dengan Nolan, kan?”

“Iya, terus apa?”, badannya memberontak, rasa panas mulai menjalar di seluruh tubuhnya, semakin ia memberontak semakin mengikat tali perangkap di atas. Dalam kecemasannya ia mengingat sesuatu.

Oh no..”

Delia tersenyum, “ Yeah..you’re remember now, dear.. Kamu menyiksa Nolan sampai sekarat saat itu, dan mengatakan semuanya kalau ia terjatuh di lereng barat daya Lassen Volcano. Aku tahu semuanya, saat itu aku ragu, perasaanku kepadamu terlalu jauh hingga aku lebih memilih untuk melindungimu daripada kembaranku sendiri. Dan saat ini, aku benar-benar harus..”, Delia beranjak dari tempatnya.

“Yeah,,permainan dimulai, anak-anak. Who’s like pinata?!!?”

“Yeaaah!!!”, puluhan anak-anak berteriak semangat.

But where’s is the candy?

“Ada di dalam tenda, kalian bisa mengambilnya nanti setelah permainan ini selesai. Kalian tahu caranya kan?”

“Yeah..kita memukul pinata ini kan hingga hadiahnya keluar”

Delia tertawa, “Good boy”

“Well Cezar, 1 April yah..wow, selamat April Mop, aku tidak ingin bercinta denganmu malam ini. Namun terima kasih atas partisipasi di scout summer camp tahun ini, untuk menjadi pinata

“Siap ya!! Mulai!!”, anak-anak tersebut mulai semangat memukuli “pinata” dengan pemukul kasti mereka.

 

 

 

 

4 Comments Add yours

  1. anak-anaknya ga bener. gilak. parah, hahaha.

  2. sadisnya keren, ray! hehe,,

    1. hehe..teruma kasih aya udah baca 🙂

  3. Anak2 itu…sudah gila dari kecil. Keren ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s