Stalker

 

Hari Pertama,

Aku yang pertama mengamati, ketika kamu berjalan melewatiku dengan segala ketidaktahuanmu atas kehadiranku

 

Hari Kedua,

Aku yang mulai bertanya, tapi hanya berdiri menepi sendiri, di tempat kemarin kita bertemu. Saat itu aku yakin kita bisa bertemu lagi. Benar.

 

Hari Ketiga,

Aku mulai membayangkan kamu akan menjadi suamiku. Konyol, aku langsung menghilangkan fikiran itu, tapi susah. Aku mulai menyerap sempurna semua struktur wajah kamu.

 

Hari Keempat,

Aku berusaha mengintip ID Card yang kamu gantungkan di ikat pinggang bagian kanan kamu. Tulisan namamu terlalu kecil, mungkin aku akan mencoba mengusulkan setiap pekerja disini menggunakan font Algerian size 15 Bold, jadi aku tidak perlu susah – susah berpura – pura menjatuhkan sesuatu di depanmu. What an old tricks

 

Hari Kelima,

Arya Anindra. Yah, akhirnya aku berhasil mengetahui namamu. Saat kamu sedang absen di belakangku. Kamu melihatku dan menyiratkan senyum di bibir tipismu. Dan aku langsung berdoa terhadap Tuhan aku akan RSVP namaku sebagai tulang rusukmu. Really, I don’t have an idea what this feelings comes. This butterfly.. damn!

 

Hari Keenam,

Ruang absen, ruanganmu, kantin. Aku belum menemukanmu hari ini. Sakit? Ke lapangan? Izin? Resign? Aku mulai panik. 2 hari tidak bertemu kamu sangat beban.

 

Hari Ketujuh, terakhir

Iya, hari terakhir aku luruhkan perasaanku padamu. Saatnya menghilangkan si kupu-kupu ini.

“Cuti kawin”, aku menguping seorang kolegamu yang sedang asyik ngobrol di pantry.

 

Hari Kedelapan,

Masih ada ternyata. Aku sibuk mematut di cermin. Sibuk mengoleskan krim mata setebal-tebalnya, mata ini terlalu bengkak karena aku biarkan berkerja seharian mengurai air mata. Ini baru berapa hari, namun sedihnya sudah seperti ini. Aku jadi tidak ingin pergi ke kantor lagi.

 

Hari Kelimabelas.

Kamu sudah datang. Ah Arya, indah sekali cincinmu itu, pasti kamu sedang semangat menggunakan dan memamerkannya.

 

Hari Kedua puluh tiga,

Aku yang pertama mengamati, ketika kamu berjalan melewatiku dengan segala ketidaktahuanmu atas kehadiranku. Kali ini bukan kamu, Arya. Lelaki bermata tajam itu mulai menarik perhatianku pagi ini.

 

 

 

 

One Comment Add yours

  1. bu, itu kayaknya bukan stalker, tapi secret admirer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s