Kepak Midori

Kepak sayap Midori si burung elang begitu kencang, Raja Yoshi terdiam, pandangannya menantang terik matahari pagi itu. Beberapa helai daun berwarna kuning keemasan, merah marun, dan hijau mulai menghujaninya.

“Hentikan, Midori!! Hentikan!!”

Beberapa ajudan Raja mulai membantu Raja membersihkan jubahnya dari daun-daun tersebut. Midori tidak berhenti terbang berputar-putar, sepertinya sang elang merasa begitu senang. Udara cerah, mangsa yang dapat ditemui dengan mudahnya dari ketinggian, hal ini membuat Midori senang.

 

“Mari kita lanjutkan perjalanan”, ujar sang Raja. Beberapa ajudan berusaha mengimbangi langkah sang Raja, tapi Raja mengangkat tangannya, memberikan tanda larangan. Mereka pun mundur dengan hormat.

 

“Sudah lama saya tidak berjalan seperti ini”, Raja Yoshi mulai berjalan sambil bersenandung, kepakan sayap Midori terdengar jelas, bahkan bila para ajudan memejamkan matanya, mereka akan selamat sampai tujuan karena bantuan dari Midori.

 

***

 

 

Blek!!

 

Tiba-tiba sang Raja tersandung, semalam ada pohon jati yang baru tumbang karena usianya sudah ribuan tahun, pohon tersebut sangat jauh, tapi akarnya yang panjang mencuat dan menghalangi jalur perjalanan mereka.

 

Para ajudan panik dan membantu Raja Yoshi berdiri.

“Maafkan kami, Raja. Maafkan kami”

Raja Yoshi hanya tersenyum, “bukan salah kalian, Midori juga tidak bisa memberi tahu kalau ada halangan disini, tidak apa-apa”. Sang Raja yang ramah tersenyum dan membersihkan jubahnya.

Kepak sayap lebar Midori terdengar pelan, ia mendatangi Tuannya. Elang itu seperti berubah menjadi burung merpati, cakarnya yang terbiasa mengoyak daging mangsa menjadi lembut bertengger di jubah tebal sang Raja. Midori terdiam dan matanya kuyu, seakan merasa bersalah hampir mencelakakan Tuannya.

“Tidak apa-apa, Midori, tidak apa-apa. Mari lanjutkan perjalanan”, Raja Yoshi mengelus kepala Midori lembut, dan dia mulai mengepakkan sayapnya dengan kencang, menunjukkan jalan ke Taman Shiro yang indah, membantu Tuannya yang terlahir buta.

 

Raja Yoshi menghirup nafas panjang, dalam hati ia bersyukur memiliki Midori, yang tumbuh besar bersamanya dan membantu Raja Yoshi menuntun jalan menggunakan kepakannya yang lebar.

“Kamu sahabat sejati dan juga pahlawan, Midori”

 

2 Comments Add yours

  1. Teguh Puja says:

    Ternyata manusia juga bisa bersahabat dengan makhluk Tuhan yang lainnya. Keren Ray. 😉

    1. iya, benar, terbayang kalau ada persahabatan antara elang dan manusia sebegitu erat dan lamanya. terima kasih sudah dibaca mas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s