Gubuk Nenek Retha

Tidak ada bisa yang menandingi kekuatan penyembuhan dari Nenek Retha. Keahliannya terkenal di pelosok negeri Kayalna ini. Hampir semua penyakit Nenek Retha bisa sembuhkan, dan dapat disembuhkan hanya dalam waktu yang tidak lama. Nenek Retha tidak memungut satu koin emas pun untuk pasiennya, dari budak sampai staf Kerajaan tidak dipungut biaya apapun oleh Nenek Retha, kadang beberapa ajudan Raja memaksa menaruh beberapa pundi emas ke dalam jubah sang Nenek yang selalu tersampir di pintu depan gubuknya karena sang Nenek selalu menolak pemberian pasien-pasiennya.

 

Namun tetap ada beberapa orang yang tidak suka dengan Nenek Retha. Beberapa dari mereka bernama Sam, Atha, Deli. Mereka curiga kalau sang Nenek memakai sihirnya, apalagi tempat tinggal Nenek Retha sangat terpencil dan siapapun pasien yang masuk kesana, sang asisten yang merupakan seekor lemur yang bisa berbicara langsung menutup tirainya.

 

“Aku yakin Nenek Retha menggunakan sihir”, Atha membuka percakapan, di pinggir hutan, mereka bertiga menjejakkan kaki dari tunggangan. Mereka menyusuri dedaunan kering dan memegang kuda mereka. Mereka bertiga bergerak menuju ke arah Selatan, menyusuri jalan dengan pohon rindang, menuju gubuk sang Nenek. Ilmu sihir sedang berkembang di negeri itu, beberapa ahli penyembuhan bertebaran di negeri itu tetapi  mereka meminta upeti besar bahkan tumbal untuk jaminan,

 “Kita harus membuktikannya”, Deli bersender ke arah pohon terdekat, badannya lelah dengan perjalanan yang panjang. Belum sampai bersandar, kaki Atha dipatuk ular yang sangat berbisa, ekornya berderik kencang mencium bahaya manusia di depannya.

“Aww!! Tolooong!!!”

Atha dan Sam panik, keduanya tidak tahu harus melakukan apa.

“Kita bawa ke Nenek Retha!!”, mereka berdua membopong Deli dengan kudanya dan menyusuri hutan lebat tersebut.

***

Tok tok tok tok tok.

Mereka berdua mengetuk pintu gubuk sang Nenek dengan panik.

“Neeek.. Tolong kami, Neeek!!”

Nenek Retha membukakan pintunya dan tersenyum, “tenang, mari kita bawa dia ke dalam”

Deli berpeluh dengan derasnya, badannya panas-dingin, beberapa kali ia mengigau.

“Kalian menunggu di luar dulu, ya?”

Sam dan Atha berpandangan, dalam hati mereka masih ingin membuktikan keraguan mereka atas ilmu Nenek Retha, mereka lalu menggeleng.

“Tidak mau, kami ingin disini”

Sang Nenek, menghela nafas, “Baiklah, kalian menunggu di dalam”.

Sang lemur menutup tirai dan Nenek Retha mulai menyembuhkan Deli yang sudah hampir kehilangan kesadaran.

Apa yang terjadi di dalam sana sungguh mengejutkan mereka berdua.

***

Deli masih merebahkan diri, namun wajahnya sudah memerah segar. Bisa pada kakinya sudah dikeluarkan semua, dan racun yang mengalir ke pembuluh darahnya sudah dihentikan,

Sam dan Atha terdiam. Ia melihat sendiri cara sang Nenek yang menyembuhkan, Tidak ada apa-apa, tidak ada sihir.

Sang Nenek sangat cekatan mengambil dedaunan dan akar-akaran obat dan membebat kaki Deli. Sambil menyembuhkan sang Nenek membisiki kata-kata yang menyemangati Deli agar tidak putus asa dan yakin bisanya akan keluar.

“Bisa ini akan keluar dari tubuh kamu, Deli”

“Deli, yang kuat, jangan biarkan bisa ini ikut mengalir bersama darahmu”

Dan beberapa kata-kata lain, dengan suara lirih sang Nenek.

Sam mendekat ke Atha, rasa bersalah menjalar ke tubuhnya. “Sugesti, Tha. Semua yang diberikan sang Nenek selain obat adalah sugesti, tidak ada sihir..”, bisik Sam.

“Dengan ditutupnya tirai Nenek bisa lebih tenang menghadapi pasien, karena tidak ada yang menyaksikan”, jawab sang Nenek dengan senyumnya saat ditanya kenapa harus ditutup tirainya.

Atha menganggukkan kepalanya, merasakan sesal yang sama. Sambil membopong Deli yang masih lemas, Atha meletakkan beberapa keping emas ke dalam jubah sang Nenek.

 

 

2 Comments Add yours

  1. latree says:

    aku juga pengen bikin yang seperti ini, mengajak anak berpikir logika. tapi ga nemu idenya.
    keren keren…

    1. wah malah aku awalnya ragu sama cerita ini, hihi.. terima kasih ya sudah baca 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s