Sang Pemendam Rasa

Di bukit ini, aku merengkuh indahnya

Tenang, begitu dalam hati sebenarnya aku begitu kalut

Meraih kabutnya, merayapi tanahnya yang wangi

Melepas impian yang selalu tertahan dan tergenang dengan air mata dalam doa

 

Di seberang sana

Aku menatapmu tanpa enggan

Melihat sejenak ke langit biru tanpa cela, lukisanmu

Lalu kembali menatap siluetmu disana, sempurna

 

Kamu, yang begitu membuatku terdiam

Aku, pemendam rasa paling hebat yang pernah kamu kenal

Bertandang sesekali, tapi tetap merasakan indahmu

Tanpa harus merangkulmu

Merangkul dalam dekap udara dinginmu

Bercumbu dengan tanahmu

Dan kembali, merasakan sejuknya batin yang mengeja kesempurnaanmu

 

Aku, pemendam rasa paling hebat yang kamu tahu

Yang akan kembali dan menunggu di seberang sini

Tanpa mengharap kamu yang akan maju

Mengulur jarak menjadi dekat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s