The Unknown : Penentuan

Matahari enggan menampakkan sinar lekatnya di langit ibu kota. Tetapi derap langkah para eksekutif muda dan mahasiswa yang terlambat kuliah mulai terlihat sibuk.
Dengan tergopoh-gopoh Nania melangkah ke ruang HRD, kakinya belum sanggup menyeimbangkan dengan sempurna stiletto yang dipakainya dan blazer dengan ukuran yang lebih besar dari tubuhnya. “Maaf”, spontan ia menuturkan permohonan maaf saat tahu ia sudah terlambat sepuluh menit. Panggilan interview kedua tidak membuat ia bingung dimana ruangan tempat ia wawancara pertama dahulu, panggilan pertama yang berlangsung cukup santai karena dilakukan selepas kerja. Setidaknya ia tidak melihat mata-mata asing karyawan disana yang menatap dengan rasa ingin tahu.

“Tidak apa-apa. Silahkan duduk, Nania”
Nania mengambil sikap yang sudah dilatih sejak lama di depan kakak perempuannya.

‘Jangan sampe gue gagal karena duduk yang sama sekali ngga ada cewe-cewenya’, Nania menegakkan badannya dan memperlihatkan bahasa tubuh yang rileks. Nania tahu persis seseorang di depannya yang akan menentukan masa depan Nania kelak di perusahaan ini.
‘Shit, gue pikir cuma satu orang’, Nania mulai gelisah, ada tiga orang di depannya, satu staff HRD, satu user yang sebelumnya mewawancarai dia dan satu lagi Nania kurang mengenal tetapi dari perawakannya ia bisa melihat kalau satu orang ini adalah head management disini.
Nania mengambil nafas panjang, mencoba dengan keras men-sugestikan diri kalau semua akan baik-baik saja. Nania menyimpulkan senyum tipisnya, siap dengan segala pertanyaan yang segera harus ia jawab dengan bijak.

‘Ini tegangnya bener-bener ngalahin Ujian Akhir Nasional deh’
***
1 jam kemudian

 

“Ada pertanyaan, Nania?”, staff HRD tersebut mulai memberikan kesempatan Nania untuk bertanya, setelah lebih dari satu jam ia yang diberondong pertanyaan.
“Sebagai karyawan disini, apa saja hak yang saya dapatkan nanti?”
HRD tersebut mulai menjelaskan hak yang akan Nania dapatkan. Semuanya menjadi begitu mudah dan rileks bagi Nania. Nania merasakan posturnya lebih terbuka, lebih tenang.

“Terima kasih, Bu. Semuanya sudah jelas”

User dan head management yang tadinya ikut mewawancarai Nania sudah beranjak duluan karena ada meeting yang harus dihadiri.
HRD tersebut beranjak dari tempat duduknya, diikuti oleh Nania.

“Selamat bergabung di perusahaan ini”, mereka pun bersalaman.

Senyum Nania lebih mengembang dari biasanya hari itu, dan di pikirannya sudah ada satu nama yang akan ia beritahukan pertama.
***
“Ma, Nania keterimaaaa!!!!!”, Nania berteriak sangat antusias saat sedang menunggu bus yang akan membawanya ke rumah. Stilettonya dihentakkan dengan bertubi-tubi karena perasaan yang tidak bisa ia pendam.
“Selamat sayang, Mama sama Papa bangga banget sama kamu”

Air mata Nania tertahan, tiada yang lebih mengharukan dan menyenangkan ketika seorang anak bisa membuat orangtuanya senang walau sederhana. Dan Nania getaran haru begitu kuat ketika ibunya begitu antusias atas berita ini.

“Dan Mama berharap kamu dapet pacar di kantor barumu nanti ya, Nak”, dan Mama Nania langsung menutup teleponnya.
Nania mendengus kesal, ‘pasti balik lagi deh ke pacar-pacaran kan?’. Nania bersiap pulang melihat busnya datang dari kejauhan.

 

Siang di kawasan Sudirman, begitu panas menyengat dan debu-debu berterbangan. Namun tidak ada keluhan suasana Jakarta yang semrawut hari itu. Nania hanya ingin lekas menemukan busnya lalu pulang dan mencium tangan dan pipi kedua orangtuanya.
Bus pun datang, dan Nania kesulitan melangkahkan kakinya.

“Nyusahin!!”, omel Nania terhadap stilettonya, ia memilih untuk membukanya dan menaiki bus dengan kaki telanjang.
***

7 Comments Add yours

  1. Stileto? I do love stileto! 😀

    Tulisanmu bagus.. 🙂

    1. terima kasih ya. silahkan sering sering berkunjung 🙂

  2. adichal says:

    Kaya semacem pengalaman lagi ya Mba Bro? Ngalir!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s