Jingga di Ujung Senja

 

#15HariNgeblogFF2 #3

 

“Aku Karla”, aku menghampiri lelaki itu, berperawakan tinggi dan sedang membawa kamera polaroidnya. Tidak mau membuang waktu, aku menghampirinya tepat ketika ia sedang menatapku. Mungkin ada yang salah dengan pakaianku.

“Hai, saya Dharma”, senyum lelaki tersebut membuatku hatiku bergejolak, sensasi apalagi ini? Kenapa berbeda dengan.. ah ya sudahlah.

Aku berdiri di sampingnya, “Bagaimana menurutmu Festival Sriwijaya ini?”

Dharma menatapku, “Bagus, salah satu cara agar budaya Sumatera Selatan dikenal dan hei lihat mobil hiasnya!!”

Dharma menggandengan tanganku antusias, ia tidak ingin melewati Karnaval Mobil Hias pertama di sepanjang Jembatan Ampera. “Ayo, kita harus kesana!!”

Aku yakin Dharma benar-benar tidak sadar telah menarikku sejauh ini, walau aku menikmati perkenalan pertama yang seru ini.

“Maaf..”, Dharma melepaskan genggamannya, wajahnya menampakan rasa tidak enak. Aku menggelengkan kepala pelan “Tidak apa-apa. Aku juga tidak sabar menunggunya”.

Dharma melemparkan senyum hormatnya dan mulai asyik mengambil gambar, suasana di Jembatan Ampera, antusias para warga dan para wisatawan, dan sesekali Dharma mengambil gambarku.

‘Kamu harus menjadi milikku, itu saja’

Aku melempar pandangan ke sekelilingku, Benteng Kuto Besak, Monpera, Masjid Agung. Andai aku bisa mengunjunginya bersamamu. Namun sayang  waktuku tidak lama lagi.

***

Dharma masih tenggelam dalam kegiatannya mengambil gambar, ketika aku  melihat di ujung jembatan ada wanita cantik dengan pakaian adat Aesan Pak atau mungkin Aesan Gede, aku kurang memahaminya. Dan mungkin wanita tersebut adalah salah satu peserta karnaval Festival Sriwijaya. Dan Dharma terlanjur mengabadikan wanita tersebut.

Lalu spontan aku menariknya,

“Ayo kita pergi ke tempat lain”

Dan Dharma tidak menolak saat itu.

***

Aku sudah melihat jingga di ujung senja. Kala itu, festival tersebut tidak diadakan sampai malam. Dan sepertinya waktuku sudah habis. Aku mengeluarkan kertas dan menuliskan sederet nomer handphone saat itu.

“Hubungi aku ya Dharma, secepatnya”, aku tersenyum, dalam  hatiku mulai terasa berat meninggalkan Dharma yang baru pertama kali kukenal namun aku yakin telah terlalu jauh jatuh cinta padanya.

Dharma menatap heran, “aku tidak paham, ini nomor daerah mana?”

Aku berlari mengejar waktu, tidak ada kata pamit, aku terus berlari hingga aku yakin Dharma tidak menyusulku.

Aku harus cepat kembali!!’

Aku melihat lemari usang itu, yang sudah mulai tidak berfungsi sepenuhnya. Beruntung aku masih dapat masuk ke dalamnya.

“2012”, aku menekan 4 digit angka tersebut, dan mesin di dalam lemari pun menyala dan mulai memulangkan aku ke tahun 2012.

Aku melihat tahun yang tadi aku kunjung. ‘1991’, dengan tujuan satu, berharap akulah yang menjadi istri Dharma, bukan wanita itu. Seperti yang aku lihat beberapa saat yang lalu.

 ***

‘Ah bodoh, tahun 1991 siapa yang sudah punya handphone? Kenapa aku malah memberikan nomerku di tahun 2012??!?!’

 

 

18 Comments Add yours

  1. AA.Muizz says:

    walah, ternyata pake mesin waktu tho? 🙂

    1. hehe,, iya, jadi Klara mau mengubah takdir ceritanya
      terima kasih sudah berkunjung 🙂

    1. 😀
      terima kasih juga ya mbak sudah berkunjung

  2. janelarie17 says:

    ckckckckck……what a story
    . cool!

    1. terima kasih sudah berkunjung ya 🙂

  3. hani says:

    bagus.. 🙂

  4. hai hai, ini gw bikin lanjutannya 😀

    1. lanjutan lo keren!! mantep jali

  5. Ibitsukma says:

    waw! keren! nggak terpikirkan sama sekali!

  6. desvianwulan says:

    Seruuu… menjelajah waktu..
    keren.. keren..
    😀

  7. myalizarin says:

    Waw… ini keren sekali XD

    1. terima kasih tammy 🙂
      terima kasih juga desvian dan ibit juga hani 😀

  8. Wow.. Time Machine
    Kreatif.. 🙂

    1. terima kasih, terus kunjung ya 🙂

  9. adichal says:

    Hey, I just meet you and this story is crazy. Call me, maybe? Here my number: 0809 89999

    1. lo kalo mau telpon gue telepon aja deh chal caripada #kode #kode gitu, bahahah

      1. adichal says:

        eh yang bener? Okesip, tunggu tanggal 25..
        *balada pegawai kantor*
        ~~~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s