The Unknown : Who is She?

The Unknown adalah project dadakan yang terlintas dari Farah, Ichy, dan Anind. Cerita ini semacam cerita bersambung. Belum tau akhirnya dimana. Silakan dinikmati. 😀

The Unknown : Penentuan
The Unknown : Hari Pertama
The Unknown : The Fashionable One

“Namanya Lily”, seseorang membuyarkan lamunan Nania, rasa terkejut yang membuat mood Nania turun total, baru kali ini energi paginya tersedot dengan semprotan dari seseorang yang membuat Nania kagum, awalnya.
Nania menoleh ke samping kubikal kerjanya, seorang wanita yang Nania terka sekitar lima tahun lebih tua darinya berdiri disana, wanita tersebut melemparkan senyum ramah, namun Nania sudah terlalu siaga dengan respons berikutnya yang akan seperti Lily tadi. Nania melemparkan senyum tipis.
“Kamu akan shock awalnya. Tapi percaya, performance kerjaan kamu lebih diperhatikan daripada penampilan fisikmu.
Nania memperhatikan wanita tersebut secara tidak sadar dari atas sampai bawah, sackdress manis berwarna pink salem dengan tights putih yang membalut kakinya, walau kontras karena wanita tersebut lebih memilih untuk tetap mengenakan sandal jepit Swallownya.
‘Ini pakaian kerjanya? Itu pakaian pesta buat gue’, Nania tidak sadar menatap wanita tersebut lama.
“Hei, kok bengong?”
“Eh maaf mbak Anis. He..”, Nania baru saja mengingat nama wanita tersebut pada saat acara perkenalan beberapa waktu lalu.
Anis menggeser bangkunya masuk ke dalam kubikal Nania.
“Kemarin kamu ngga liat dia kan pas acara perkenalan?”
“Iya mbak, makanya aku kaget”
Anis tertawa kecil, “Haha.. begitulah Lily, dia hampir ngga pernah datang ke acara perkenalan tersebut”
“Dia.. di bagian apa sih Mbak memangnya?”
Bunyi pletak-pletok yang tidak sadar mendekati kubikal tersebut mengagetkan Nania.
“Wah.. anak baru, saya tidak membayarmu untuk ngerumpi ya”
Nania melihat Anis yang langsung memindahkan kursinya.
‘Dan mbak Anis ngga diomeli? Gue doang? Kan mba Anis yang kesini, bukan gue yang kesana’, Nania terdiam dan wajahnya menghadap ke monitor komputernya.
“Mau ngapain Mbak? Kan password access belum saya kasih dari ICT.
‘Damn.. salah lagi gue’
***
Jarum jam 12 bergerak begitu pelan, bahkan Nania bisa merasakan setiap detiknya sampai akhirnya jarum detik tersebut menghampiri angka 12.
“Makan, Nan?”, beberapa orang yang mengajak Nania makan siang itu, tapi perutnya siang itu tidak bisa diajak berkerjasama, perutnya sama sekali tidak merasa lapar.
“Nanti ya, nyusul aja”
Nania tidak beranjak dari tempat duduknya, tetapi tiba-tiba berdiri dan menghampiri Anis
“’bu Lily itu sebenarnya di bagian apa sih, Mbak?”.

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s