Biru, Jatuh Hati

#15HariNgeblogFF #7

 

“Jadi siapa yang kamu cintai?”
“Selain aku”, lanjutnya, gelisah.
Aram, begitulah nama lelaki tersebut, tertawa tiba-tiba.
Hei dear, are you serious? Ask me those silly question”, perempuan di rangkulannya tersenyum, Aram memeluknya erat lalu mencium pipinya lembut.
“Biru, aku mencintainya lebih dari apapun, setelah kamu”
Perempuan tersebut melepas pelukan eratnya, “So do I, I love.. Biru”.
Keduanya menatap ke arah lautan di depannya. Biru, mereka berdua mengganti kata ‘Laut’ dengan ‘Biru’, untuk menegaskan betapa mereka sangat mencintai lautan.
“Kalau begitu pergilah kamu dengan Biru, aku akan berjemur disini sebentar, lalu menyusulmu”, Anara membantu membangunkan Aram yang enggan beranjak, lalu berlari ke tengah lautan, berenang.
Dan Anara tidak menyusul Aram.
***

Siang di Pantai Pangandaran Barat, masih beberapa jam sebelum bisa menikmati matahari terbenam. Beberapa keramba dan perahu nelayan masih berserakan, beberapa wisatawan ikut menikmati datangnya sunset. Anara terduduk di pinggir pantai, menanti saat yang tepat, menunggu saat Aram kembali.

Anara menggosokkan pasir putih tersebut ke kaki-kakinya, ini salah satu kebiasaan perempuan Brazil yang masih ia lakukan sejak lama. Tatapan matanya menatap kejauhan, kosong. Bulir matanya berlinang seiring nafasnya yang mulai melambat.
‘Lekas kembali, Aram’

Perasaan cintanya mulai berubah menjadi kebencian, muak. Kalau tidak karena tujuannya disini adalah untuk terakhir kalinya, mungkin hanya saat itulah ia melihat lautan. Hanya bayangan Aram yang jelas terpatri di pikirannya. Anara selalu mengingatnya, perjalanan trekking yang menyenangkan bersama Aram di Cagar Alam Pangandaran, hingga tujuan akhir ke tempat ini. Aram yang aktif, masih ingin berenang padahal Anara sudah kelelahan saat itu. Aram yang berlari menuju bibir pantai, berenang dengan semangat sampai ke tengah lautan. Yah, Anara mengenalnya, Aram perenang yang sangat ulung, ia mampu mengendalikan semuanya dengan taktis. Aram yang aktif, Aram yang Anara cintai.

Biru yang Anara cintai.
Biru yang Aram cintai.
Biru yang membuat keduanya jatuh hati.
Biru yang tidak membawa Aram kembali.

***
Sore itu, ketika Anara ingin menyusul Aram, tanpa sengaja Anara tertidur sehingga tidak berenang menyusul Aram. Ketika terbangun, Anara dikejutkan oleh para wisatawan yang mendatangi Anara dan berkata bahwa Aram hilang ditelan lautan. Hingga hari ketiga pun jasadnya tidak ditemukan. Anara menyalahkan lautan, Anara menyalahkan Biru.

Bertahun-tahun Anara menghindari lautan, karena menyisakan luka yang dalam terhadap sesuatu yang dicintainya, merenggut seseorang yang dicintainya. Hingga sore itu, Anara memutuskan untuk kembali ke Pantai Pangandaran Barat.

Anara berjalan di pinggir pantai, menghindari air yang mendatangi kaki Anara, Biru yang membuatnya jatuh hati, telah berubah menjadi kebencian yang mendalam.

“Kamu telah mengambil kekasihku, Biru”, Anara menaruh lilin yang akan membawanya ke tengah lautan untuk Aram.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s