Pembenci Malam

Malam, perlukah aku menyumpah padamu agar tidak pernah ada? Biarlah pagi berganti siang, siang berganti sore, sore.. lalu kembali menjadi pagi.

Tidakkah kau senang luka yang kau kecap selalu berasal dari mimpiku, tangis di tempat tidurku, doa di sela senggukku? Biarlah pagi berganti siang, tidak pernah ada malam.

Aku terlalu membenci bintang saat mulai berkelip pelan, indah. Kata orang, indah. Ketika rasi bintang perlahan-lahan muncul di waktumu dan setiap orang antusias menebak konstelasi apa di Timur sana, di Barat Daya sana. Persetan! Aku memilih untuk meringkuk, memeluk diriku sendiri. Menunggu, sampai malam kembali berganti pagi.

Menunggu, aku yang terlalu takut, kalut. Malam, kata orang, indah. Bagiku, siksaan.

Perlukah aku menyumpah padamu agar tidak pernah ada? Terang, benderang, tanpa gelap. Ah bodoh, ada lampu jalan yang tetap membuat malam terlihat riang. Dan kutatap langit, gelap, temaram, semua padam. Apa fungsi bintang? Kalian seharusnya sama seperti Matahari, tapi apa yang kalian beri, tetap saja tidak bisa menerangi malam.

Terang, benderang, tanpa gelap. Aku tersenyum saat semburat indah kebiruan mulai muncul dari Timur, kubuka mata, jendela dan tersungging senyum. Setidaknya ada lebih dari dua belas jam bagiku mengaitkan diriku dengan masa kini. Bukan malam, dengan masa lalu.

Malam, dengan masa lalu. Aku akan selalu benci ketika malam tiba. Ketika aku jelas melihat terang di malam hari, sangat jelas. Saat kau berada di pesawat tersebut, boom!! Meledak, sesaat aku melambaikan tangan melepas pergimu, jauh disana.

Kamu pergi terlalu jauh kesana.

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s