Celoteh Sadar

Apa yang kamu tahu tentang luka? Saat sebuah ria hanya muncul sebagai cadar agar semua terlihat biasa aja. Kamu tidak tahu itu.

Kamu tidak tahu, saat kuucapkan lirih namamu di dalam doaku yang penuh dengan airmata yang gagal tertahan, aku tetap memilih namamu yang harus bersanding bersamaku nanti.

Apa yang kamu tahu tentang luka? Aku yang menggandeng semua rasaku dengan asaku. Aku damaikan mereka sehingga muncul rasa harap yang melebihi logika. Aku buta.

Kamu tidak tahu itu. Saat aku mampu tersenyum lama hanya karena melihat senyummu. Aku bersama yang lain, menatap diam-diam dengan harap. Kamu sadar tidak? Mungkin kamu tidak tahu itu.

Apa yang kamu tahu tentang luka? Saat kulantunkan lagu mendayu sambil menggenggam tanganmu erat, dan kamu membalasnya dengan erat. Namun aku salah.

Aku bisa memeluknya, tetapi tidak hatinya.

O.. menyakitkan.

 Apa yang kamu tahu tentang luka? Kala senja mulai memutar waktu berganti malam, kamu berada di sampingku, mendekatkan dirimu padaku, dan lagi, kamu menggenggam tanganku.

“Aku senang saat kamu disini.”

Aku beritahu kamu, kamu tidak mampu menyembunyikan luka dan patah hati saat itu, namun aku bisa. Aku, dengan kebohonganku, mendorong masuk rasa sakitku, “Aku juga selalu suka bersamamu.”

Kata-kataku tercekat, rasa ini sudah terlalu bias untuk dibilang sebagai jatuh cinta. Lagi, kamu dengan senyummu, dengan tidak ketahuanmu.

“Aku bebas bercerita tentangnya di depanmu, Sahabatku.”

Kamu salah. Aku terluka.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s