Cinta itu apa, Kak?

“Memang jatuh cinta apa?”

“Hem.. tidak tahu.” Gadis tersebut tetap melayangkan pandangannya ke satu bangunan yang paling tinggi di antara bangunan yang lainnya, sudut matanya mulai terlihat satu titik air mata.

Anak kecil tersebut, penjual koran yang sudah berhasil menjual semuanya, ikut mengikuti arah pandangan gadis tersebut. Kakinya bersila di balkon bangunan tersebut. Sedangkan gadis tersebut tetap berdiri, menikmati angin yang membelai halus rambut panjangnya.

“Kakak cinta sama pelangi itu?”

“Iya”

“Kenapa?”

“Indah, warna-warni, aku suka.”

“Aku juga suka. Aku cinta sama pelangi.” Gadis itu tersenyum, memaklumi namanya anak kecil, belum bisa membedakan rasa suka dan cinta, bukan seperti dia yang sudah beranjak dewasa.

“Eh coba, coba, kamu lihat pelangi itu terus-terusan deh.”

Anak kecil itu menurut, ditatapnya seksama, lalu matanya mengerjap, mengucek matanya, lalu menatap lagi.

“Kok pelanginya sempat hilang, Kak?!” Anak kecil itu berseru.

“Tapi pas aku ngedip, pelangi tersebut muncul lagi!”

“Hahaha..” Gadis itu tertawa keras, sebenarnya semua bisa dijelaskan secara ilmiah, namun terlalu berat untuk menyerapnya.

“Pelanginya ngerjain ya, Kak?”

“Haha.. nggak kok, dia tetap ada disitu, nanti kakak jelaskan, ya.”

“Tapi kamu nggak marah kan sama pelangi?” Lanjut gadis tersebut, pelangi yang memotong gedung bertingkat tersebut mulai memudar, air mata di sudut matanya mulai mengering kembali.

“Ngga dong

“Walau dia sudah hilang kamu mau menunggu lagi?”

“Iya, Kak. Walau pelangi tersebut bukan muncul di tempat itu lagi, tapi aku percaya dia ada.”

“Kenapa kamu masih mau menunggunya?”

“Engh.. aku nggak  tau Kak, tapi karena indah, atau karena setiap melihat pelangi tersebut aku merasa senang, damai.” Anak kecil itu tersenyum, menampakkan gigi tengahnya yang bolong, gadis tersebut mengusap kepala anak kecil itu dengan lembut.

“Itu mungkin namanya cinta ya, walaupun ia menghilang, tapi kamu tetap yakin akan bertemu lagi, entah kapan. Dan lucunya, saat orang bertanya ke kamu mengapa kamu mencintai ia, kamu bingung. Hati kamu mungkin yang sudah merasa, bukan logika kamu lagi.

“Oh..” Anak kecil tersebut menganggukkan kepalanya.

“Mengerti?”

Lalu dia menggeleng kencang, “nggak!!”

“Akh, kamu!! Haha..”

renbowSource : Flickr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s