2 April 2013

Tema: Kita

 

Selamat Pagi, Malam

Yang telah menggelontorkan sendunya melalui sinar purnama beserta sang Halo yang melingkar jauh

Tidak tahukah ada rasa kosong saat sinar itu semakin lekat, seiring dengan arah mata yang terus mencerna cahaya, ke atas sana

Aku berharap akan ada banyak konstelasi yang mendampingimu, tidak hanya sang Purnama yang sendiri tidak bergeming

Membuat waktu perlahan merambat pelan, menegaskan setiap rasa yang tidak ingin terwakilkan oleh malam

Di tempat ini, aku masih terjaga

Menganggap ‘selamat malam’ adalah kalimat yang akan kuucapkan saat aku ingin beranjak terlelap dalam tidurku

Sedangkan hari ini, sama sekali aku tidak ingin melelapkan dan meredakan lelahku

Menemanimu bersama Bulan yang sendiri di atas sana, bersama dengan awan kelabu tebal yang sebentar lagi akan menumpahkan tetes hujannya tanpa ragu

Selamat Pagi, Malam

Karena menunggumu semenyenangkan melihat terbitnya Matahari

Saat semua mata masih terlelap saat ini, aku menunggumu sampai menenggelamkan diri dilibas sinar mentari

Rintik hujan yang sebentar lagi juga akan terjatuh, menyamarkan air mata yang sebentar lagi bergulir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s