Angkat Carriermu, Geret Kopermu, mari ke Festival Jailolo!!

“Tulisan ini diikutkan dalam Jailolo, I’m Coming!” Blog Contest yang diselenggarakan oleh Festival Teluk Jailolo dan Wego Indonesia

There is no heaven in the world, but there are pieces of it. – Jules Renard

Rasanya  tidak bisa menampik bahwa potongan-potongan surga tersebar di seluruh bagian di Indonesia, dari Sumatera sampai Papua. Keindahan alam, keberagaman budaya dan  adat, tak ayal membuat siapa pun jatuh hati terhadap negeri ini.

Termasuk di Jailolo.

Jailolo atau Gilolo, satu daerah di Pulau Halmahera yang dapat dijangkau dari Ternate, menawarkan pesona menawannya dalam satu rangkaian acara yang bernama Festival Teluk Jailolo.Setiap tahunnya, daratan yang memiliki luas 17.000 km2 tersebut menyelenggarakan pagelaran budaya tersebut. Gabungan antara pertunjukan kebudayaan lokal suku-suku yang menaungi Jailolo, seperti contohnya dari suku Wayoli, Gamkonara, dan Tobaru; dipadukan dengan wisata alam yang tidak kalah menarik seperti fun dive.

Sebelum Festival Jailolo dimulai, diadakan ritual “meminta izin” terhadap sang penguasa laut yang disebut Ritual Sigofi Ngolo. Ritual ini dilakukan untuk meminta izin alam untuk memulai perayaan dengan niat yang lurus dan tulus. Alam Pulau Halmahera yang sangat indah menyajikan spot snorkeling yang memanjakan mata, seperti di Pulau Buabua.

Setelah mata dimanjakan oleh pemandangan bawah laut, maka jangan lupa menikmati sunrise di Bukit Lima Ribu Senyum. Bukit Lima Ribu Senyum merupakan view point untuk bisa melihat pemandangan indah di sekitar Jailolo, dari Bukit Lima Ribu Senyum, kita bisa melihat Gunung Jailolo, Teluk Jailolo, Tanjung Bobo, Pulau Buabua, dan Pulau Ternate dan Tidore yang terlihat dari seberang.

Mengapa harus ke Jailolo?

Namto_Hui_Roba_Festival_Teluk_Jailolo1

 

 

source: here

Pelangi budaya di dalam satu tempat, di sinilah kita dapat menikmati keragaman budaya di satu tempat. Banyak tarian tradisional di sini yang menggambarkan kehidupan masyarakat sekitar Jailolo, salah satunya tarian Legu-legu yang khas dengan kostum kuningnya. Jangan lupa di sini juga terdapat pesta adat makan di Jailolo.

Pelangi alam di dalam satu tempat, kita dapat menikmati angin laut yang menyejukkan, pantai yang indah dengan spot snorkeling dan diving yang sempurna, keindahan Jailolo dari ketinggian.

Keragaman alam dan budaya menyatu selaras dan harmoni, sehingga bersifat universal dan memberikan kesan mendalam bagi siapa pun yang berkunjung ke Jailolo.

Bagaimana memperkenalkan Jailolo?

Saat ini, kekuatan media sosial tidak bisa diremehkan, hanya bermodal akun sosial Facebook, twitter, blog apapun itu, kita bisa dengan mudahnya menceritakan tentang Jailolo.

Salah satu cara yang unik adalah, membuat video durasi pendek, yang berisi opini para traveler yang sudah pernah berkunjung ke Jailolo, video tersebut diunggah di situs video terbesar dan di-share melalui semua media sosial.

Membuat flashmob pada saat car free day di beberapa wilayah seperti Jakarta, Tangerang yang menampilkan tarian-tarian di Jailolo juga salah satu cara unik untuk mempromosikan Festival Teluk Jailolo.

Jangan lupa, sarana promosi wisata Jailolo juga adalah mengikuti pameran wisata yang diadakan secara berkala dan membuka stan dengan brosur dan menyediakan penjualan aksesoris khas Jailolo. Dengan terbukanya promosi wisata ini, semoga dapat menambah satu tempat referensi bagi para wisatawan untuk memasukan Jailolo sebagai bucket list mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s