One Last Call from 085692886340

 

Iya, sengaja saya tidak memberikan sensor satu digit pun ke rangkaian nomor di atas, semoga bisa menjadi pengingat bahwa ini baru satu dari sekian nomor yang berbahaya, dan berniat melakukan kejahatan melalui layanan telepon.

Malam ini, ba’da maghrib, ada yang menghubungi saya saat di jalan, kebiasaan tidak menyimpan nomor apa pun, membuat saya tetap membuka percakapan dengan salam, tidak ada kecurigaan sama sekali.

FS                           : Assalamualaikum

085692886340  : Farah, lo lagi ada dimana? Gue lagi butuh bantuan lo nih, tolongin gue, tolongin gue!!  * suara bapak-bapak, latar suara ramai, di pinggir jalan*

FS                           : Ini siapa?

085692886340 : Ah lo masa’ lupa sih sama gue. Tolongin gue dong, serius nih.

FS                           : Iya, ini siapa dulu? *saya sudah tahu akan kemana arah pembicaraan ini*

085692886340 : Astagifirullah aladziiim.. Masa’ lupa sama gue? Serius ini lo harus bantuin gue *lalalallalalainnya saya udah ngga mau denger*

FS                           : *dengan nada datar* Bisa sebut nama dulu, kan?

085692886340 : *kalimat meyakinkan diri kalo dia adalah teman lama, dan lain halnya*

FS                           : Mas, kalo mau nipu yang pinteran dikit, cari cara lain, modus lo udah ketebak.

085692886340 : Anj*ing lo, ta*, bangs*t (ditutup)

 

Percakapan selesai, dengan nada kemenangan.

Iya, percakapan singkat, namun peringatan dari seorang teman dari awal adalah inisiasi awal dan peringatan awal yang membuat saya waspada. Saya akui, nada bicaranya sangat meyakinkan, dan memburu-buru, Farah, dia tahu nama saya, itu yang bisa bikin kita terjebak. Apalagi kalau korbannya adalah wanita, yang cenderung panikan, cenderung punya rasa simpati yang tinggi, sehingga perihal nama si penelepon bisa dikesampingkan dan membantu si penelepon tersebut. Iya, hal itu bisa terjadi.

Pertama saya mendengar nada bicaranya yang terburu dan tergesa, jujur, namanya manusia, kalau dengar atau lihat yang panik kita bisa ikutan panik. Awal-awal saya merasa begitu, sampai di titik saat si penelepon tidak mengucapkan namanya berkali-kali, saya tahu ini adalah sebuah penipuan.

Tidak cukup penipuan lewat SMS yang sudah bisa ditebak dan bisa dicuekin oleh si penerima, maka modus ini melibatkan percakapan langsung. Entah dari mana nama bisa didapatkan, tapi saya yakin itu hal yang sangat muda, mengingat dunia jejaring sudah sangat meng-global, tidak sulit mendapatkan nama saya.

 

Siapa pun yang baca tulisan ini, saya peringatkan untuk waspada. Jangan takut untuk bertanya minimal dua kali siapa nama si penelepon tersebut, karena di titik itulah, kalian bisa menentukan kalau telepon ini menuju ke arah penipuan.

Semoga berguna!!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s