Satu Dua Rintik Kata

Mereka tidak merangkai pujian saat bahagia, yang terucap hanya seloroh sarkas diiringi tawa.

Bukan, bukan memunggungimu atau menghakimimu saat kamu salah, dia datang menjadi tempat ternyaman di sela kekecewaanmu.

Ketika cinta serupa dengan hati yang patah, dia membiarkanmu menangis, diam tanpa kata, ketika kamu tenang, dia menggenggam tanganmu erat, yang meyakinkan dirimu kalau kamu akan baik baik saja.

 

Sahabat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s