Rasa yang (tidak) Terbayar

Karena menunggu itu selalu manis akhirnya, termasuk ini, walau ada rasa yang harus dibayar. Mengecewakan.

Aku melihat tiga jam yang tergantung manis di ruang tamu, mengintip perlahan jam yang di kamar tidurku, lalu melirik gelisah jam yang bertengger di atas televisi di ruang keluarga.

Aku gelisah.

Satu jam, dua jam, entahlah. Yang pasti aku tidak suka akan ketidakpastiannya, telepon pun tidak diangkat.

Kamu janji akan datang 30 menit lagi, ingat itu, dan kamu langgar itu semua.

“Kok belum datang, sih?!??!” Aku tidak dapat menahan emosi, ada yang harus aku lampiaskan, dan menghubunginya merupakan cara satu-satunya. Suara di seberang sana menghiburku dengan suara lembut, panik, tetap saja tidak dapat menenangkanku.

Suara pagar kayu yang tertutup rapat, konstruksi tebal, cokelat tua dengan vernis warna senada, mengetuk pelan, ragu,tidak seyakin sebelumnya, seakan siap menerima konsekuensi raut wajah si pemilik murah saat menanti kedatangannya sampai dua jam.

Aku membuka pintu, berhasil membuat tebakannya benar, lalu berkacak pinggang, superior, biarlah, harus ada konsekuensi untuk seseorang yang telah begitu terlambat datang.

“Alasannya apa?” Sengit, aku sebenarnya tidak mau mendengar alasannya.

“Iya, maaf, saya.. alamatnya salah..”

Cih, terlalu banyak alasan

Dengan kasar aku mengambil apa yang ada di tangannya dan menutup pintu tanpa mengizinkannya masuk, aku menghubungi nomer yang sama seperti sebelum dia datang.

“Tadi aku udah pesan dari dua jam lalu, dan sumpah mati aku kelaparan menunggu kalian yang ngga datang – datang, aku ngga akan bayar!!!”

Sungguh aku sudah begitu kelaparan dan malah harus menunggu dua jam sampai makanan pesananku datang!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s