Caper? Iya!!!

“Coba Far, sebut ‘al..ko..hol’” Di satu ruang kelas sangat sempit dengan bangku cokelat gelap dan meja panjang warna senada, ruangan pengap tersebut digunakan untuk les setelah sekolah selesai, beberapa temanku dengan sabar dan ikut duduk di lantai beralaskan kertas A4 bekas, sekedar untuk membantuku agar bisa mengeja kata ‘alkohol’ dengan sempurna.

“Al..kol..hol.. Hehe..’ Cengirku, kepayahan, garuk – garuk kepala, yang pastinya tidak gatal.

“Akh!! Masih belum bisa aja kamu!!” Teman – temanku sudah habis kesabaran sepertinya, kecewa. Sungguh susah mengucapkan kata tersebut, terlebih lagi untuk ukuran pelajar kelas 6 SD, ‘alkohol’ tentu bukan kata yang sulit.

“Susah yah ternyata,” aku menambahkan lagi, mengulur waktu agar mereka masih mau sabar mengajariku.

“Kan ‘alkohol’ Cuma tujuh huruf, kalo kamu nyebutnya ‘alkolhol’ jadi delapan huruf, kok kamu ngga bisa bisa sih, Far?”

Aku bukan tidak bisa.

‘Al..kol..hol.. maksudnya Alkohol, gitu? Gampang kok ngucapinnya, aku bisa.’

Aku hanya menidakbisakan kebisaanku mengucapkan kata itu.

Disuruh mengucapkan sampai berpuluh – puluh kali tanpa henti pun aku mampu, hal itu dahulu aku lakukan agar mendapat perhatian dari teman – temanku. Caper? Iya. Aku senang ada satu hal yang harus mereka lakukan dengan usaha keras terhadapku, sehingga fokus mereka berlanjut hanya ke diriku dalam waktu lama.

Setidaknya, aku tidak se-kurang pintar itu dalam mengucapkan kata tersebut, bahkan aku sudah pernah menenggak alkohol tersebut sewaktu kecil (ngga sengaja, kirain teh manis :p ).

Cari perhatian, iya, karena kelas yang begitu monoton, beberapa teman mempunyai kekurangan atau kelakuan yang membuat teman lainnya tertawa, setidaknya mereka tidak flat, dan aku sepertinya tidak ada cela, pintar, serius, sedikit cengeng tapi, hmm.. jadi wajar kalau aku caper.

Caper untuk segala sesuatu yang sebenarnya sudah bisa aku lakukan, caper untuk segala sesuatu yang sudah khatam aku lakukan namun aku bertingkah seakan aku tidak bisa.

Jadi kalau aku bertingkah seakan begitu rapuh saat kamu meninggalkan aku sendirian di usiaku sekarang ini, apa aku masih dibilang caper?

 

One Comment Add yours

  1. nyapurnama says:

    akhirnya ituloooh.. kayak ada maksud terselubung hihihi, tapi suka 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s