The Unknown: Ups, gotcha!!

The Unknown adalah project dadakan yang terlintas dari Farah, Ichy, dan Anind. Cerita ini semacam cerita bersambung. Belum tau akhirnya dimana. Silakan dinikmati. :D

The Unknown : Penentuan
The Unknown : Hari Pertama
The Unknown : The Fashionable One

The Unknown : Who is She?

The Unknown : Single Women

The Unknown : Try to Impress

 

Nania gelagapan, dibereskan semua peralatan. Lipstik pink yang masih di genggamannya jatuh menggelinding. Karena panik mau mengejar lipstik tersebut sikut Nania menyenggol palet eyeshadow yang dia letakkan terlalu pinggir di meja rias. Nania mengejar agar palet tersebut tidak menuruti gravitasi untuk terjatuh ke bawah, namun palet tersebut dengan naasnya jatuh juga.  Kaki meja rias berderak terkena gebrakan panik dari Nania, dan bedah pun ikutan mental.

Kondisi ruangan tersebut menjadi tragis, terlebih lagi dengan wajah make-up Nania yang tidak kalah menyeramkan.

Sosok yang melihat Nania dengan keadaan seperti itu pun tertawa, “Hwahahahahaha!!!!” Tertawa sangat keras sambil menunjuk – nunjuk keadaan Nania dengan puas. Nania hanya manyun, sambil berkacak pinggang.

“Diam kamu, De!!” Nania beringsut  duduk ke ranjang Mama, tangannya dilipat, kesal ketahuan oleh adiknya sendiri yang berisik.

“Hahaha.. ondel – ondel,” sambil meniru gerakan ondel – ondel dari depan pintu, dan memeletkan lidahnya. Nania heran, adiknya sudah SMA tapi kelakuannya masih seperti anak kecil banget.

“Apa sih, De? Ini Kakak dandan buat di kantor.”

“Kamu dandan buat ke kantor? Ngapain, Kak?”

“Ya biar cantik lah depan atasan!!” Sergahnya kesal, emang dandan buat apaan lagi? Biar jelek?

“Aku tahu semua alat – alat kecantikan ini,” Tara, adik Nania berkacak pinggang, dagunya ditegakkan, menyombongkan diri.

“Kamu kan centil!!”

“Aku ngga pernah pake, tapi aku tahu. Emangnya kamu, udah umur segini aja belum pernah pake lipstik.”

Nania mengejar adiknya di kamar Mamanya, membuat keributan di kamar Mamanya yang sedang sibuk membuat makan malam.

“Buat apa sih, Kak? Nggak sampe semenor itu kali.”

“Buat bos aku, dia suka lihat perempuan yang tampilannya sempurna.”

Tara mengernyitkan keningnya, lalu kepalanya dikeluarkan setengah ke luar, “Maaa!! Kakak lagi jatuh cintaaaa!!!”

Nania panik, susah payah berdiri dari posisi nyamannya di tempat tidur Mama, “bosnya cewek!! Perempuan!! Wanita!!”

Tara menatap kakaknya dengan tatapan yang aneh, lalu tersenyum iseng sambil kepalanya kembali dikeluarkan dari kamar, “Maaa!! Kakak jatuh cintanya sama perempuan loh Maaa!!”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s