Lapisan Ozon dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan (end)

2.1 Atmosfer

Atmosfer merupakan lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dimulai dari permukaan bumi sampai beberapa ratus kilometer di luar angkasa. Lapisan atmosfer tersebut berada pada titik nol kilometer sampai sekitar 560 km dari atas permukaan bumi.

Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, lapisan ini terdiri atas Nitrogen (78.17%), Oksigen (20.97%), Argon (0.9%), Karbon Dioksida (jumlahnya sedikit namun dapat diperhitungkan, 0.0357%), uap air dan senyawa lainnya yang berjumlah sangat sedikit.

Struktur Lapisan Atmosfer Bumi

Lapisan Atmosfer

Lapisan – lapisan atmosfer Bumi terdiri dari:

  1. Troposfer, mempunyai ketinggian 0 – 15 km, dimana 80% gas atmosfer berada pada bagian ini.
  2. Stratosfer, di ketinggian 15 – 40 km, lapisan ozon berada di bagian ini.
  3. Mesosfer, di ketinggian 45 – 75 km, tercipta awan noctilucent yang terdiri atas kristal es dikarenakan suhu yang sangat dingin.
  4. Thermosfer, di ketinggian 75 – 100 km.
  5. Ionosfer, di  ketinggian 50 – 100 km, adalah lapisan yang memantulkan gelombang radio. Karena penyerapan radiasi dan sinar UV, maka menyebabkan timbulnya lapisan bermuatan listrik yang menyebabkan suhunya menjadi sangat panas.
  6. Eksosfer, di ketinggian 500 – 700 km, tidak memiliki tekanan udara yaitu 0 cmHg.

2.2 Lapisan Ozon

Ozon merupakan molekul triatomik, yang tersusun oleh tiga molekul oksigen dan bersifat lebih tidak stabil bila dibandingkan dengan oksigen. Ozon terdapat di lapisan atmosfer bumi, yaitu di stratosfer dan troposfer. Ozon di lapisan stratosfer, disebut juga sebagai lapisan ozon, berperan sebagai lapisan pelindung bumi dari sinar ultraviolet yang berbahaya bila masuk ke bumi dengan intensitas yang tinggi. Lapisan ozon pada stratosfer terletak diantara 10 sampai dengan 50 km diatas permukaan bumi.

 ozon

Struktur Ozon (O3)

Lapisan ozon mempunyai fungsi menghalau sinar Ultraviolet B (UV-B) yang berbahaya bagi makhluk hidup di Bumi. UV-B mempunyai dampak yang berbahaya bagi manusia, yang menyebabkan kanker kulit, katarak, penurunan daya tahan tubuh dan penuaan dini pada kulit. Lapisan ozon menyerap radiasi UV-B sehingga yang sampai di Bumi hanya terserap sangat sedikit.

2.2 Kerusakan Lapisan Ozon dan Penanggulangannya

Chlorofluorocarbon (CFC), bahan kimia yang ditemukan terutama dalam aerosol, banyak digunakan oleh negara-negara industri untuk lebih dari 50 tahun terakhir, adalah penyebab utama dalam kerusakan lapisan ozon. Ketika CFC mencapai atmosfer bagian atas, mereka terkena sinar ultraviolet, yang menyebabkan mereka terurai menjadi zat yang termasuk klorin. Klorin (Cl) bereaksi dengan atom oksigen dalam ozon dan pecahan terpisah molekul ozon (O*).

Mekanisme Perusakan Lapisan Ozon oleh CFC:

–        Sinar UV-B berhasil memasuki lapisan ozon

–        Energi UV-B kemudian memecah atom klorin dari molekul CFC tersebut

–        Klorin radikal memecah molekul ozon (O3 à O2 + O* )

–        Lalu membentuk Klorin Monoksida dan dua atom Oksigen

–        Oksigen terlepas ke atmosfer

–        Atom oksigen di atmosfer memecah molekul klorn monoksida

–        Menghasilkan klorin radikal bebas dan oksigen

–        Siklus berulang kembali dari awal

ozone depletion

Mekanisme lapisan ozon yang berikatan dengan klorin

Satu atom klorin dapat merusak lebih dari seratus ribu molekul ozon, menurut US Environmental Protection Agency.

The lapisan ozon di atas Antartika telah sangat dipengaruhi oleh polusi sejak pertengahan 1980-an. Suhu rendah ini daerah mempercepat konversi CFC terhadap klorin. Pada musim semi dan musim panas selatan, ketika matahari bersinar untuk waktu yang lama hari, klorin bereaksi dengan sinar ultraviolet, merusak ozon dalam skala besar, sampai 65 persen.

Sekitar 90 persen dari CFC saat ini di atmosfer yang dipancarkan oleh negara-negara industri di belahan bumi utara, termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Negara-negara ini melarang CFC pada tahun 1996, dan jumlah klorin dalam atmosfer yang jatuh sekarang. Tetapi para ilmuwan memperkirakan akan memakan waktu 50 tahun untuk tingkat klorin untuk kembali ke tingkat alami mereka.

Bagaimana penanggulangan yang lapisan ozon yang berlubang tersebut? Dengan menggunakan metode 4R (reduce, reuse, recycle replace/replant), maka beberapa hal dapat dilakukan untuk menjaga lapisan ozon, sebagai berikut:

–        Mengurangi pemakaian barang – barang yang memiliki bahan seperti CFC, gas halon yang berpotensi ‘melubangi’ lapisan ozon.

–        Menanam pohon untuk memaksimalisasi penyerapan karbon dioksida.

–        Menggunakan lampu neon, yang dapat menghemat 25% daripada penggunaakn lampu biasa/ lampu TL.

–        Minimalisasi jumlah Air Conditioner (AC) yang digunakan.

–        Mengevaluasi arsitektur bangunan, sehingga udara alami dapat masuk ke dalam bangunan tanpa harus menggunakan mesin pendingin ruangan.

–        Sesuaikan kapasitas kulkas dengan kebutuhan sehingga lebih efektif.

Source:

Environmental National Geographic

Abdul Aziz Fitriono’s Blog

Ozone Layer Protection

LAPAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s