Land of Voidity, Greulopolis 2 #2

Recent Chapter:

The Storyteller 1 #1

The Storyteller 2 #1

Land of Voidity, Greulopolis 1 #2

 

Abel terkejut dirinya jadi pusat perhatian, “aku.. banyak yang nggak ngerti kata – kata Kak Elena, jadi aku tulis di sini dulu.” Abel mengibas – ngibaskan kertasnya yang sudah berisi sekitar 4 -5 kata yang sulit dia cerna.

“Kamu bener masih mau ikutan denger?” Elena menatapnya, sedikit kasihan, bahan dongengnya memang cukup berat dibandingkan dongeng – dongeng yang lalu.

Abel mengangguk keras, “masih, Kak!! Aku masih mau dengar!!”

Kei lalu mengacak – acak rambut Abel lembut, “pinter kamu, Abel.”

Elena tersenyum, selingan yang banyak saat bercerita malah membuat sepupunya tetap  terbangun dan aktif menyaksikan, setidaknya dia tidak membuat satu – dua sepupunya tertidur karena bahasanya yang kurang dimengerti.

“Akar paham yang sudah kuat mendarah daging di dalam tubuh masyarakat Gruelopolis menjadikan wajah rakyatnya terlihat berbeda. Tidak ada emosi yang dapat kalian lihat di sana..”

Elena menggunakan metode pause untuk melihat reaksi pendengarnya. Kelimanya sudah memasang ekspresi yang sama, tidak sabar.

“Saat terluka, mereka tidak menangis. Saat seorang Ibu melahirkan buah hatinya, dia tidak menangis, pun merasakan sakit  bersalin. Tidak ada emosi yang pernah kalian lihat terhadap makhluk Metionan ini.”

Abel bergidig, jiwa imajinasinya yang sedang tinggi langsung membayangkan apa yang Elena ceritakan.

“Namun kalian tahu, mereka tetap seperti kita, apa yang kita lakukan sekarang ini, dilakukan juga sama mereka. “

“Daratan Besar tidak pernah menganggap Daratan Kecil ada, mereka menganggap Gruelopolis tidak ada, bagaikan obyek yang siap dimusnahkan, tidak ingin dilihat namun mampu dirasa dari ujung lirikan mata. Daratan Besar ingin menumpas Daratan Kecil, penghuni makhluk – makhluk aneh tanpa emosi tersebut.”

“Namun.. Belum pernah dari Daratan Besar yang berani memasuki negeri tersebut, karena mereka tahu untuk sampai sana mereka harus berhati – hati, walaupun kecil Daratan Kecil merupakan daerah yang sangat berbahaya, jebakannya tidak terlihat dari manapun. Kalian tahu Segitiga Bermuda?”

Kelimanya mengangguk.

“Negeri tersebut dilindungi oleh medan magnet alami dari Segitiga Bermuda beribu tahun lalu yang masih membentuk lautan. Dan Greulopolis bertengger di tengahnya, menciptakan pertahanan alami dari musuh, pesawat dari Daratan Besar yang mengamati akan lenyap. Memutuskan cara untuk memantau bahkan menyerang.”

“Tapi rakyat Greulopolis mampu berkunjung ke Daratan Besar dengan mudahnya, sangat mudah.Seperti..” Elena menunjuk Ishaq dan menyuruhnya untuk berdiri dan berpindah ke pohon bonsai kecil dekat air mancur taman.”Semudah itu rakyat Daratan Kecil bepergian ke Daratan Besar.”

“Gimana caranya, Kak?” Kei menatap Elena lama, menunggu jawabannya.

“’Cerita selesai, lanjut minggu depan.” Elena dengan tenang berdiri dan meninggalkan kelima sepupunya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s