Wanting Something Expensive without Buying Them

Ternyata, memimpikan untuk membeli barang – barang mahal lebih menyenangkan dibandingkan memilikinya langsung. Pernah berpikir untuk memiliki suatu barang yang mahal dan ketika semuanya sudah terbeli dengan berpeluh dan banting tulang – ternyata perasaannya biasa aja? Apakah hal itu lumrah?

Berdasarkan Journal of Consumer Research, materialis (orang – orang yang lapar mata dan harus membeli barang – barang mewah untuk kepuasaannya), materialis percaya bahwa memperoleh produk akan membuat mereka bahagia, tetapi validitas premis ini belum diteliti secara empiris. Dalam penelitian ini, dua studi longitudinal cross-sectional dan orang menguji emosi yang ditimbulkan oleh produk sebelum dan setelah pembelian. Konsumen tinggi materialisme konsisten menunjukkan elevasi hedonik dalam produk-membangkitkan emosi sebelum membeli, diikuti oleh penurunan hedonik setelah pembelian. Konsumen rendah materialisme, bagaimanapun, tidak menampilkan pola ini. Temuan menunjukkan bahwa elevasi hedonis tampaknya karena ekspektasi kalangan konsumen tinggi materialisme pembelian produk yang diinginkan akan mengubah hidup mereka secara signifikan dan bermakna. Temuan selanjutnya, menunjukkan bahwa proses kepuasan sebagian dapat menjelaskan penurunan hedonis yang mengikuti pembelian antara konsumen tinggi materialisme tetapi juga menunjukkan bahwa untuk konsumen, keadaan mengantisipasi dan menginginkan produk mungkin inheren lebih menyenangkan daripada kepemilikan produk itu sendiri.

 

Contoh kecilnya yang kita bisa temui sehari – hari (terutama para wanita) ketika menemukan karpet Timur Tengah yang mahal dengan benang – benang berwarna indah. Saat kita melihatnya di satu etalase, kita menginginkannya dengan sangat – bahkan tidak jarang yang sampai terbawa mimpi. Ketika bersikeras atau memaksakan untuk membeli karpet tersebut, rasa senang kita akan bertahan sehari, lalu hari kedua akan senang dan menjaga dengan baik karpet tersebut, disayang – sayang, dirawat, dijaga. Lalu bagaimana dengan seminggu kemudian? Karpet hanyalah karpet, tidak terlihat semenyenangkan waktu awal tergelar cantik di depan etalase.

 

Seorang ahli juga berpendapat demikian, “berpikir tentang akuisisi memberikan kebahagiaan sesaat meningkatkan orang materialistis, dan karena mereka cenderung berpikir tentang akuisisi secara terus – menerus, pikiran tersebut memiliki potensi menimbulkan peningkatan pada suasana hati,” tulis Richins, “tapi emosi positif yang terkait dengan akuisisi yang berumur pendek . Meskipun materialis masih mengalami emosi positif setelah melakukan pembelian, emosi ini kurang intens dibandingkan sebelum mereka benar-benar mendapatkan produk. ”

Didukung oleh kolom artikel yang sama dari Marsha L Richins yang berjudul The Atlantic, Richins menemukan bahwa ritel cenderung secara umum membagi toko tersebut dengan harga yang rendah untuk menarik konsumen kelas bawah dan toko yang menampilkan beberapa barang yang mahal untuk menarik konsumen dari kelas menengah ke atas. Hal ini tentu dapat dirasakan secara intuisi.

When we’re shopping, not for the things we need, but for the things we merely want, it’s the experience of shopping and buying that makes us truly happy.

Jadi, saat kita sedang menginginkan sesuatu yang sangat mahal, cukup berpikirlah untuk membayangkan memilikinya, alih – alih memilikinya dan dalam waktu beberapa hari sudah bosan dan menganggap barang tersebut bukan istimewa.

 

material

This picture was taken from here

 

 

Source:

Journal of Consumber Research of Marsha L Richins with additional comment from the blogger.

Derek Thompson, Senior Editor from The Atlantic

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s