Knock knock..

Tok.. tok..

“Siapa itu?” Aku bertanya, mungkin untuk kesekian kalinya.

Masih hening, tanpa jawaban. Aku mengintip dari balik pintu, perlahan. Masih sama, tidak ada siapa – siapa.

Aku masih terperangkap di sini, berharap seseorang dapat mengeluarkan aku. Aku tidak bebas, ingin lepas.

Tok.. tok..

“Siapa itu? Papa? Anabel? Idra?” Aku setengah berteriak, humor ini menjadi tidak lucu kalau hanya ingin mengerjaiku.

Kembali aku mengintip dari satu kotak kecil, susah payah berjinjit karena badanku yang kelewat mungil, aku tidak bisa menggapai tanganku untuk dapat bisa melihat lebih jelas, seakan terikat, rapat. Masih sama, tidak ada siapa – siapa.

Aku kesal dan kembali ke tempat tidur, menggerak – gerakkan badanku yang kelelahan  – kalau bukan kesakitan.

Tok.. tok..

Pintu besi itu kembali berbunyi, dan aku tidak mau mengikuti permainan si pengetuk misterius tersebut, aku diam saja, tapi ternyata aku sudah berada di depan pintu itu.

“Si…a..paaa.. di.. sanaaaa??” Aku setengah berteriak.

“Sini kamu kalau berani!! Sini!! Jangan main – main denganku!!” Aku tidak dapat menahan emosiku, kesal dengan perlakuan orang tersebut, menutup pintu rapat, mengetuk – ngetuk seenaknya, dan mengisolasiku.

“Sini kamu!!!!” Aku teriak lebih keras lagi.

***

Tok.. tok..

Seorang suster shift 2 bernama Anala melihat ke bangsal yang baru dilewatinya, dahinya mengernyit.

“Biarkan saja,” seorang suster senior berpapasan dengannya dan tersenyum tipis.

“Kenapa wanita itu?” Anala menatapnya iba, di dalamnya terdapat dua sorot mata penasaran, kebingungan, mungkin berkata – kata namun Anala tidak dapat mendengarnya.

“Dia menghabisi seluruh keluarganya, lalu berpikir bahwa siapa pun yang mengetuk pintunya adalah keluarganya yang datang ke rumahnya,” suster senior tersebut menarik napas.

Anala memperhatikan sebentar, pasien wanita tersebut yang merasa pintu tersebut diketuk oleh orang lain di luar, padahal dia sendiri yang melakukannya.

“Sini kamu!!!” Teriak pasien wanita tersebut marah, terdengar samar, dan Anala pergi dari bangsal itu.

1717993-rusty-metal-door-on-an-abandoned-industrial-building

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s