Resensi Novel: Silang Hati by Sanie & Widya (Gagas Duet)

silang-hati

IDENTITAS BUKU

Judul: Silang Hati (Menelusuri Jejak Cinta)

Penulis: Sanie B Kuncoro dan Widyawati Oktavia

Penerbit: Gagas Media (Gagas Duet Project)

Tebal: viii+324 hlm, 13 x 19 cm

ISBN:  979-780-479-8

 

Senandung Hujan (Sanie B Kuncoro)

Berawal dari pertemuan Rajesh dengan seorang perempuan saat berteduh di tengah hujan, selanjutnya pertemuan tersebut menjadi rasa penasaran. Sayangnya, tidak ada nama terucap dari mulut wanita tersebut, alih – alih ramah dengan Rajesh, dia malah menjauh tanpa sepatah kata pun, membuat Rajesh semakin penasaran.

Unforgettable Magnolia

Dahulu, hati Rajesh tertambat pada satu wanita, bernama Magni. Seseorang yang mengalihkan dunia Rajesh, bahkan Rajesh memilikinya sebagai kekasih. Namun selang waktu hubungan mereka, dengan alasan Magni tidak dapat menyeimbangkan hobi Rajesh yang sering naik gunung, Magni memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan Rajesh, dan tidak lama sudah bersama lelaki lain. Butuh waktu lama bagi Rajesh untuk move on,  hingga akhirnya bertemu dengan gadis korek api ini.

Tidak disangka, pendidikan dasar pengenalan alam yang dipimpin oleh Rajesh kembali mengulang awal pertemuan Rajesh dengan gadis korek api tersebut. Berulang kali Rajesh mencoba mendekati hanya sekedar untuk mengetahui namanya. Belum lagi sosok Magni yang tiba – tiba datang menyusul Rajesh, merajuk dan meyakinkan diri Rajesh untuk kembali mengulang cerita yang sudah dirangkai namun sempat terputus. Keinginan Rajesh untuk mendekati sosok gadis korek api itu pun terhalang.

Lotus.

Nama gadis itu Lotus, setelah pendidikan dasar pengenalan tersebut, hati Rajesh tergelitik untuk mendekati gadis tersebut. Namun Lotus selalu menghindar bahkan cenderung dingin, yang malah membuat Rajesh semakin penasaran. Tanpa sengaja Magni menjelaskan bahwa tahun lalu Lotus pernah dilecehkan oleh salah satu teman lelaki Magni, yang malah semakin mantap bagi Rajesh untuk meninggalkan sosok Magni yang pernah mengisi relung hatinya.

Jangan membiarkan dirimu tenggelam. Kehidupan tidak akan berhenti hanya karena satu atau berulang penghinaan. Betapa pun menyakitkannya penghinaan itu, akan selalu tersedia peluang untuk menemuka sisi kehidupan yang lebih berharga.

Dalam satu sudut di kampus, Rajesh berusaha meyakinkan Lotus agar tidak rendah diri, menutup diri, dan menjadi skeptis terhadap semua orang, termasuk dirinya. Kesabaran Rajesh untuk meyakinkan Lotus pun diuji di sini, agar bisa membuka diri bagi orang lain, dan membuka hatinya untuk Rajesh.

***

Persimpangan (Widyawati Oktavia)

seperti berjalan, kita tak sempat menghitung langkah.seperti jatuh cinta, kita tak sempat menentukan arah

Rubina, gadis aktif yang untuk pertama kalinya melakukan pendakian ke Gunung Ciremai, karena ada seseorang di sana. Seseorang bernama Aria Smarapradhipa. Perjalanannya selama berhari – hari dengan medan yang berat Rubi jalankan karena ingin lebih jauh mengenal sosok Aria.

Sampai pada suatu malam, ketika mereka berdua sama – sama mengharapkan bintang jatuh, Aria ternyata sudah mempunyai sosok ‘dia’, di saat Rubi berharap banyak dengan pendakian Gunung Ciremai ini.

Perjalanan waktu selama pendakian ke puncak Ciremai meremukkan badannya dan juga hati Rubina. Dirinya berusaha sepulangnya dari pendakian akan melupakan sosok Aria, yang menjadi semakin sulit karena sosok Aria menjadi semakin dekat dengannya.

Puncak kekecewaan Rubina datang saat wisuda Aria. Aria membujuk Rubi untuk datang ke wisudanya, namun pada akhirnya, saat Rubi sudah membuatkan sesuatu yang special untuk Aria, sosok ‘dia’ datang dan dengan mesra menggamit lengan Aria, Rubi merasa dipermainkan perasaannya.

Selang waktu, sampai tahunan, kejadian itu membekas di hati Rubi, sampai keduanya saling menjauh dan menghilang, yang satu mencoba melupakan dan yang satu masih bersikeras mencari.

Apakah mereka akan dipertemukan kembali dengan satu perasaan yang sama?

Opini Pribadi

Novel yang bagus!! Aku suka sekali. Jujur aja, settingan tempat di alam adalah faktor utamanya, aku ngga nyangka bahwa cerita – cerita di sini mengambil tempat di pegunungan, dengan alur yang mudah ditebak tapi pada setiap cerita di bagian tengahnya bikin penasaran, sehingga pembaca ingin meneruskan bacaannya sampai akhir. Lagi, kedua akhir cerita di dua cerita ini sangat mudah ditebak sebenarnya, namun kedua penulis mampu mengolah bagian tengahnya menjadi sangat menarik.

Deskripsi dan permainan kata – kata Mbak Sanie di novella yang berjudul Senandung Hujan lebih detail dan terangkai rapi, agak berbeda dengan novella Persimpangan-nya Mbak Widya. Menurut aku, Mbak  Widya banyak menonjolkan suatu benda secara detail, misalnya saja carrier back Consina atau Trangia, entahlah, menurut aku hal ini harusnya bisa dikemas dengan baik bila pembaca bukanlah pendaki dengan kalimat lain alih – alih menyebut merk (soalnya Deuter sama Rei lebih bagus menurut aku, ups). Tapi overall, 8 of 10!!

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s