Cruor Odor

Laboratorium Research and Development (R & D) sudah sepi dari para analis dari shift 2. Tidak pernah ada shift 3 di perusahan itu, karena head management sangat peduli dengan hormon melatonin* para pekerja yang memang harus tinggi pada malam hari, saatnya para pekerja tersebut tidur jika malam hari, bukan malah terjaga dan berkerja.

Athis masih di ruangan tersebut, seorang diri, menyelesaikan penemuan yang sudah gagal ratusan kali namun harus dia coba terus – menerus. Ini proyek pribadinya, proyek rahasia dari atasannya, yang mengharuskan dia tidak akan pernah berkerja dalam tim, maka di sinilah Athis, terpaksa berkerja dua shift, satu legal dan satu lagi ilegal. Shift 1 tadi pagi lalu berkerja lagi dari jam sebelas malam sampai kembali pagi, ini semua demi proyeknya.

Suara langkah sepatu yang diseret memasuki ruangan  tersebut, melanggar aturan. Athis mendengus kesal, lagi – lagi pemimpin yang tidak taat prosedur. Alih – alih menggunakan safety shoes, langkah tersebut masih menggunakan sepatu mahalnya.

“Ernest, ganti sepatumu,” Athis mengelap tangannya yang terkena cairan Orris Root, aromanya khas; powdery, wangi sedikit pahit, namun menarik minat siapa pun untuk mengendusnya.

“Masih saja kau menggunakan bahan murah itu di proyek sebesar ini,” Ernest sang CEO, merangkap project pilot untuk tantangan ini.

Athis mengambil Oakmoss yang belum diekstraksi, berbentuk lichen  atau lumut, hijau lembut dan lembab, “hanya dengan menghirupnya, seseorang bisa terhipnotis, seakan sedang  berada di dalam ketenangan dan keindahan liar di hutan Amazon.”

“Kumohon jangan kau beri lavender dan bergamot sebagai top notes.” Ernest menghirup dalam parfum aroma asing yang menguar di sekitarnya, bukan milik perusahan ini, pasti ini karyanya. Dia berhasil.

“Haha.. maksud kamu aku akan merangkai komposisi seperti Gucci Made to Measure?” Athis menggelengkan kepalanya, “parfum banci.”

Eau de douchebag. Haha..” Sambung Ernest, tertawa singkat.

Langkah Ernest terhenti saat menuju ruang asam, yang sepertinya sengaja tidak dihidupkan, di situlah wangi misterius itu berasal, campuran yang tidak biasa, menghipnotis.

“Aku tidak menyangka sebegitu ambisiusnya kamu terhadap proyek ini, demi mendapatkan kembali kepercayaan konsumen. Mencoba meraih komposisi yang baru? Haha.”

Athis menunjuk Ernest dengan pengaduk yang sedang berada di tangan kanannya, “you’re the boss. Aku hanya menebus kesalahanku saat itu.”

Pikiran Athis kembali ke dua tahun lalu, kesalahan terbesarnya. Saat itu, semua analis R & D hanya berkerja mengekor aroma, melihat komposisi dari parfum merk terkenal lalu mengganti 1 – 2 komposisinya, terutama di top notes*. Salah satu timnya membuat kesalahan, alih – alih mengganti bergamot menjadi juniper, bergamot digantikan oleh bergamot 2, yaitu ekstraksi kualitas dua dari bergamot, yang artinya perusahan ini hanya mengeluarkan parfum KW 2 dari parfum terkenal dari negara Eropa tersebut.

Malu. Marah. Maka perusahaan parfum terbesar di Indonesia ini recall produknya dan berjanji akan mengeluarkan wewangian yang lebih orisinil. Tidak mudah memang, maka ini adalah proyek terbesar yang pernah Athis jalankan.

Tanpa anak buah.

Athis mengikuti langkah Ernest, mendekati ruang asam. Athis mengambil satu cawan kecil dengan cairan pekat berwarna merah – kecoklatan, “aku kesulitan mereduksi warnanya agar tampak lebih bening. Coba hirup.”

Ernest mengibaskan tangannya dekat hidungnya, tidak langsung menghirupnya.

Lalu terjadilah sensasi aneh tersebut.

Oh my God..” Ernest merasakan sensasi yang membawanya jauh ke alam bawah sadarnya, membuatnya melayang dengan tenang, vanilla yang menenangkan kinerja otak, merangsek masuk ke dalam gelombang theta, ditambah dengan vetiver yang kecoklatan dan mengeluarkan hormon endorfin yang berlebihan, digabung dengan musk, bergamot, ooris root, dan sembilan komposisi lainnya yang Ernest kenal, kecuali satu komposisi misterius yang sama sekali tidak ia kenal selama lebih dari 20 tahun menghirup berbagai aroma parfum tersebut secara parsial.

Satu komposisi tersebut yang membiuskan pikiran si penghirup, amis – manis – namun wanginya hilang dan muncul, kadang bercampur dengan wangi lembut musk, namun beberapa lama kembali dengan campuran yang berbeda saat komposisi tersebut bercampur dengan sandalwood, Ernest bahkan kesulitan menentukan apakah komposisi tersebut berada di base notes, mid notes, atau top notes. Ernest menatap Athis dengan heran, membutuhkan jawaban.

“Percayalah, parfum ini akan mengembalikan nama kita.”

“Iya, tapi apa ini?”

“Aku masih kesulitan menemukan pencair warnanya.”

“Kamu tidak menjawab pertanyaanku, Athis.”

Athis tersenyum lebar, hampir menyeringai. Kemudian Athis berjalan ke arah penyimpanan khusus di ruangan freezer, mengambil wadah berwarna merah kecoklatan, pekat sekali, dan membeku.

“Percaya, Ernest. Kamu tidak akan pernah menyesal telah melibatkanku dalam proyek rahasia ini. Hanya satu tetes untuk 1 L campuran parfum ini, sempurna.”

Ernest meraih wadah tersebut, dan langsung menjauhkannya tidak lama saat hirupan pertama menghampiri rongga hidungnya, “apa ini, Athis!!?”

Verus in altari cruor est*”, jawab Athis, setengah berbisik.

“Maksudmu?”

Cruor*..”

Source: Here

 

 

 

Ket:

Melatonin : hormon yang dibuat oleh kelenjar pineal, Sebuah kelenjar kecil di otak. Melatonin membantu mengendalikan siklus tidur dan bangun pada malam hari.

Top notes: setiap parfum mempunyai tiga tingkatan aroma, bagian atas, tengah, dan bawah.

Verus in altari cruor est : darah di atas altar

Cruor: darah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s