Yang Harus Kamu Lakukan Saat Hujan Nanti

Saat awan cumulonimbus meneteskan rintiknnya. Saranku, menulislah.

Sibukkan dirimu dengan aksara genap yang padat makna, sarat rasa. Daripada kamu menggali kembali urutan kenangan yang sudah tenang menimbun di bawah sana. Maka saat hujan turun nanti, menulislah.

Juli bukan bulan yang ideal tahun ini, pun dengan melankolia yang selalu menghampiri tatkala derit pintu lorong di relung sana sedikit terkuak. Jangan biarkan ada luka lagi, tambatkanlah senyum pada bibirmu.

Menulislah.

Sampai lekat ingatanmu akan kebahagiaan, sampai pekat kerinduanmu akan tawa. Hujan bukan teman bagi para perasa. Setiap rintiknya adalah warna, untuk kamu bawa menjadi kata, rasa. Maka saranku, menulislah.

Menulislah, di gerimis ricik Juli ini. Temani aku pada kesyahduan rintiknya yang menghasilkan ode indah, dan padukan aku dengan perasaanmu yang tengah goyah. Bertahanlah. Hujan ini tidak akan begitu lama menderaikan airnya.

Bertahanlah.

Artifacting

Agramas, 16:29, 15 Juli 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s