A Food Affair: Jakarta, Indonesia on National Geographic Channel

Episode Alvin saat melakukan penyajian kuliner Indonesia. Sumber: Blog Mbak Selby

Episode A Food Affair di National Geographic menuju ke kuliner di Indonesia. Co- host mengajak Alvin Leung, seorang chef dengan metode gastronomi molekular (sentuhan teknologi dalam penyajiannya juga tidak jarang menggunakan bahan kimia) untuk mencicipi beberapa kuliner khas Indonesia. Contohnya adalah Gado – gado, Udang Petai, Rendang, dan terakhir adalah Teh Talua.

Di episode ini, Alvin menggunakan teknik dekonstruksi, di mana semua penyajian makanan Indonesia ini diubah habis – habisan menjadi berbeda secara tampilan, tapi tidak secara rasa. Rasa tetap menunjukkan identitas khas kuliner Indonesia.

1. Gado – gado

Gado – gado cukup menarik perhatian Alvin. Namun saat dirombak total dengan metode gastronomi molekular ala Alvin Leung, kuliner kebanggan Jakarta seketika menjadi hancur. Karena Alvin tidak menyukai tampilan gado – gado yang terlihat acak – acakan, maka secara art dia hanya menambahkan empat jenis sayur – sayuran dan bumbu kacang yang berwarna pink. Secara rasa, Selby (culinary blogger) mengatakan bahwa rasanya pun aneh, begitu juga seorang Ibu yang membuat gado – gado asli di awal (Gado – gado Portal).

2. Udang Petai

Udang digantikan oleh lobster agar terkesan mewah. Namun anehnya aroma petai (yang disamakan oleh aroma epoxy) dimodifikasi hingga berubah menjadi aroma mawar. Aneh memang. Saat mengonsumsi memang kita akan tetap merasakan petainya, padahal sebenarnya kunci petai tersebut juga dari aromanya.

3. Rendang

Chef Alvin juga mengikuti proses pembuatan rendang yang memakan waktu enam jam. Pembuatan rendang enam jam hanya dibutuhkan enam detik saja, karena daging rendangnya dibuat tipis tipis. Sistemnya seperti fondue, dicelupkan ke bumbu lalu dimakan. Chef lokal dari restoran Padang mengatakan walau penyajiannya jauh berbeda, namun bumbunya hampir mendekati. Untuk rendang ini mendapatkan nilai positif.

 

4, Teh Talua

Teh Talua dicoba di Oey Kopi Tiam Salihara – Jaksel yang dimiliki oleh Bapak Bondan Winarno. Sayangnya saat dinner invitation Pak Bondan tidak hadir, padahal penyajian Teh Talua yang hanya menggunakan kuning telur dan teh ini mengalami modifikasi yang cukup unik. Alvin hanya mengocok sedikit telur dan teh lalu diberikan dry ice, sehingga saat dituangkan menjadi berbuih. Andai Pak Bondan ada di lokasi, pasti akan dikritisi.

Overall,  banyak kuliner di Indonesia yang memang penyajiannya ASIS (as it is), tidak perlu dimodifikasi dengan bermacam – macam hal. Biarlah kesederhanaan tampilan yang menimbulkan rasa yang kaya menjadi selera kami sebagai orang Indonesia. 🙂

 

Penyajian ‘ajaib’ Alvin the Maverick Chef. Sumber foto: Openrice

//

4 Comments Add yours

  1. Tomi Aribowo says:

    Yups…bener banget Ray simple as it is. Yg namanya gado-gado ya di acak-acak, jgn coba-coba disajiin rapih-rapih. Kuliner dalam negeri khas, sesuai filosofi kita “blom makan kalo blom kena nasi”. Coba si chef Alvin masak Gudeg, mie Aceh, Sagu batu atau bubur Manado, gw pengen tahu gmn hasilnya.

    1. dia juga sebenernya terkenal sama makanannya yang nyeleneh, dan sayangnya dia kurang bisa adaptasi budaya timur dengan ilmu molekuler gastronominya dia. haha. tapi overall konsepnya suka sih, unik aja. tapi bukan untuk dikonsumsi sehari hari xD Gado – gado yang acak – acakan itu paling enak!

  2. helenamantra says:

    wah sayangnya ga lihat episode ini
    tapi hasil diceritain teman, episode di Jakarta banyak menuai kritik
    waktu di Kuala Lumpur juga kurang berhasil make over makanan di sana

    1. kayaknya sering diulang sih. bahkan yang aku tonton pun sudah tayangan setahun lalu, hehe..
      terima kasih telah berkunjung ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s