Culinary Review: The Valley – Bandung

Tidak ada yang pernah salah dengan Bandung, mengunjungi kota ini pada musim apapun, ternyata Bandung tetap bertahan pada sifatnya, memberikan kesan yang menyenangkan.

Kunjunganku kali ini hanya dalam waktu singkat, satu hari – tidak penuh 24 jam sebenarnya. Karena waktu yang cukup sempit, maka city trip adalah pilihan yang lebih masuk akal dibandingkan susur wisata alam yang lumayan memakan waktu lama untuk perjalanannya saja.

Setelah puas mengitari beberapa tempat dan memakan jajanan Bandung yang selalu menagih, aku memutuskan untuk memanjakan selera makanku dengan berkunjung ke salah satu tempat makan yang menyajikan view indah. Harga mahal, karena beli view, itu yang biasanya orang katakan. Namun yang aku butuhkan bukan hanya pemandangan yang indahm tetapi juga makanan yang rasanya juga sebanding dengan indahnya pemandangan tersebut. Selain mata yang termanjakan, perut pun juga.

Gagal menuju Dago Tea House (karena konsep tempat makannya tidak sesuai dengan bayanganku), maka aku menuju Dago Pakar, The Valley. Tidak ada angkot yang berhenti persis di The Valley, maka taksi pun menjadi pilihannya. Dari Dago Atas sampai The Valley tidak sampai 20 menit, beberapa resto yang sejenis pun berada di sana, masuk ke dalam perumahan warga, semakin tinggi dan semakin menanjak, sudah terbayang keindahan pemandangan nanti.

Karena hari itu hujan, maka aku gagal mendapatkan meja roof top, selain itu di area terbuka baru dibuka jam 3 ke atas, sedangkan aku sudah datang dari jam 1. Tidak apa – apa, aku tetap mengambil posisi indoor dengan curtain yang kusingkap, karena pemandangannya tidak kalah indah dari outdoor venue.

Menu yang tersaji sangat menggugah selera, dari Western sampai Japanese food tersedia. Untuk harga, memang cukup mahal, tapi jujur aja semuanya terbayar pada rasa dan bonus pemandangan yang disajikan di The Valley.

Review Rasa:

Beef Parmigiani (Herbed and cheese breaded beef with prawn fritter served with salad & mashed potato polonaise and BBQ sauce)

Image

Tidak ada yang bikin aku jatuh cinta lagi terhadap western culinaire selain menu ini. Semunya di atas ekspektasi aku, walau dengan harga yang cukup mahal (115.000 IDR), semua rasa dan konten yang tersajikan di sini begitu memuaskan selera makan aku.

Mashed potato yang berbalut keju di luarnya, dengan daging yang sangat empuk,  udang yang rasanya menagih, juga salad buah dan sayur yang segar dengan saus Thousand Island. Makanan Barat tidak pernah sesempurna ini.

Chicken and Eggs (Cheese omelette with chicken sausage and bacon served with salad and mashed potato polonaise)

Image

Bacon tidak pernah tidak enak!! Apalagi bila sajiannya selucu ini. Masalah rasa, tidak usah ditanya. Worth to try!! (85.000 IDR) Lagi – lagi yang bikin jatuh cinta adalah, mashed potato polonaise ini, menagih banget.

Untuk minuman, aku memesan Chocolate Fudge (agak lupa nama minumannya apa) dan temanku memesan semacam Lemon Tea. Recommended!! Cokelatnya tidak terlalu manis, pas!! Dengan es krim vanilla. Anehnya, aku tidak merasa eneg atau merasa ini minuman yang kurang cocok dikonsumsi saat hujan, karena rasanya tetap pada batasan yang pas. Dan Lemonade atau Lemon Tea tersebut juga segar rasanya, segar banget.

Image

Infused-water looks like, seriously, this is so refreshing

Image

Rasa cokelatnya ngga bikin eneg sama sekali

Overall, sangat puas dengan sajian di The Valley, mengutip reviewer di Trip Advisor.

I admired the efforts to present the food in this restaurant. No single food come to the customers without interesting nice detailed decoration. (Reviewer from Norway)

The Valley mempunyai detail terhadap setiap penyajian makanan dan minumannya, sehingga sayang jika tidak diabadikan dahulu sebelum dikonsumsi.

Bagaimana pemandangannya? Silakan dinikmati dan dipertimbangkan jika ingin berkunjung ke Bandung untuk menyempatkan diri ke sini 🙂

Image

Image

 

Semua foto dari: Farah Soraya

Silakan diambil potonya but looking for my permission first would be so much appreciated. 🙂

 

//

2 Comments Add yours

  1. Rama Prima says:

    gw kayanya kenal tuh tempat hahahhaaa, eh Beef Parmigiani nya itu lhoooooo hahahaaa…

    jalan2 mulu lo, gw ngikut doooong

    1. visually bikin ngeces, nyoba langsung bikin mau lagi, mau lagi, mau lagi, hakhakhak!!!

Leave a Reply to Rama Prima Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s